Dewan Harap Cakades Inovatif Majukan Desa

Sambas

Editor elgiants Dibaca : 76

Dewan Harap Cakades Inovatif Majukan Desa
Beri Suara – Warga memberikan hak suara saat pemilihan kepala desa dengan sistem e-voting. Di Sambas, pemilihan kepala desa serentak akan digelar September 2019.
SAMBAS, SP – Ketua Komisi A DPRD Sambas Lerry Kurniawan Figo meminta calon kepala desa (Kades) lebih inovatif mengembangkan desanya menjadi desa mandiri. Masyarakat pun diminta selektif memilih calon Kades dalam pemilihan kepala desa yang akan digelar September 2019.
 
"Kemarin sudah dilakukan seleksi perlengkapan administrasi dan seleksi kompetensi menjaring dan menetapkan calon Kades, maksimal lima orang," katanya, Minggu (16/6).

Lerry juga mengimbau masyarakat untuk tidak memilih Kades berdasarkan kepentingan kelompok dan transaksional. Menurut Lary, banyak calon Kades yang melakukan praktik transaksional saat mencalonkan diri, sehingga setelah terpilih tidak bisa menjalankan roda pemerintahan.

"Banyak kita temukan Kades setelah terpilih mendapatkan mosi tidak percaya oleh warganya, ini karena masyarakat memilih tidak secara cerdas," jelasnya.

Figo berharap, Kades yang terpilih nanti  punya kapasitas dan integritas, serta mengerti tata kelola pemerintahan desa, serta paham kondis dan permasalahan desa.

"Karena kita tahu beban dan intensitas serta tanggung jawab Kades semakin besar," ungkapnya

Selain itu, Kades terpilih nantinya harus berkomitmen dan konsisten dengan visi dan misi saat berkampanye.

"Pengelolaan keuangan dalam APBDes juga harus tepat sasaran dan bisa dipertanggungjawabkan, selanjutnya pelayanan kepada masyarakat juga harus maksimalkan begitu juga dengan pemberdayaan," katanya.

Wakil Bupati Sambas, Hairiah mengatakan, calon Kades harus bisa menjabarkan pembangunan ke masyarakat, dan tentu track record juga sangat berperan dalam keterpilihan mereka.

"Saya juga meminta dalam pemilihan kepala desa mengedepankan ke jujuran dan tidak ada manipulasi dalam bentuk apapun, karena kita ingin membangun pemerintahan desa dengan kejujuran,” harapnya.

Kades terpilih nantinya, harap Hairiah juga harus dapat membangun komunikasi yang intensif kepada pemerintah daerah kepada merupakan perpanjangan tangan pemerintah kabupaten.

“Komunikasi penting dalam membangun, kemudian pemberdayaan masyarakat dan mengajak fungsi BPD dalam pengawaasan, penganggaran, membuat aturan desa dengan penuh dan tanggung jawab,” jelasnya.

Terkait pengelolaan Dana desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) yang besar, , karena tujuannya untuk menyejahterakan masyarakat, maka perlu melibatkan masyarakat, sebagai upaya mengentaskan kemiskinan.

"Mereka yang bekerja dan mendapatakan hasil sehingga perekonomian berputar. Kemudian BumDes harus dibuat untuk mengelola sumber daya alam atau membuat inovasi baru yang bisa dimasukkan dalam operasional BumDes," pungkasnya. (noi/jee)