Kamis, 24 Oktober 2019


Atbah Ingatkan Tentang Kode Etik ke CPNS

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 145
Atbah Ingatkan Tentang Kode Etik ke CPNS

Diklat – Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili menyalami salah seorang peserta Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III Angkatan 38 Provinsi Kalbar di Sambas Tahun 2019.

SAMBAS,SP – Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili meminta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemkab Sambas serius dalam mengikuti Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil Golongan III Angkatan 38 Provinsi Kalbar di Sambas Tahun 2019. 
    
"Anda masih calon, masih dalam penilaian apakah layak diangkat sepenuhnya jadi PNS. Satu dari beberapa kategori penilaian adalah melalui pelatihan dasar ini," kata Atbah di Gedung Diklat BKPSDMAD Sambas, kemarin.

Dikatakan dia, banyak hal yang harus menjadi perhatian CPNS. Seperti terkait apa, bagaimana dan seharusnya menjadi ASN yang baik. 

"Melihat realitas terakhir banyak ASN tidak memiliki komitmen atau pengetahuan mengenai konsep menjaga rahasia negara. Masih didapati ASN yang sengaja menyebarluaskan dokumen negara yang seharusnya rahasia diungkap di publik media sosial," sesal Atbah.

Atbah mengingatkan peserta pendidikan komitmen menjaga kerahasiaan negara, termasuk dokumen rahasia negara. Ia juga mengingatkan instansi terkait memonitoring ASN yang agar tidak menyebarluaskan dokumen rahasia negara.

"Jangan sampai kita membuka aib sendiri. ASN memiliki kode etik dan aturan. Saya wajib mengingatkan ini karena saya pembina kepegawaian di tingkat kabupaten," tegas Atbah.

Bupati mengimbau peserta pendidikan agar mengembangkan sikap rendah hati dan kode etik jadi pedoman penting ASN untuk berkarya. 

"Jadilah ASN yang rendah hati, bukan rendah diri. Insyaallah dengan mengembangkan sikap rendah hati, Allah mengangkat derajat kita," tutur dia. 

ASN juga diingatkan Atbah menghindari politik praktis dan tidak memposting informasi atau konten berbau politik di media sosial. 

"Konsekuensi menjadi ASN banyak yang harus kita pedomani dan jangan korupsi,” pungkasnya. (noi/jee)