Kamis, 19 September 2019


Operasi Pekat Ungkap 63 Kasus Kejahatan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 166
Operasi Pekat Ungkap 63 Kasus Kejahatan

Barang bukti – Waka Polres Sambas, Kompol Ridho menunjukan barang bukti tindak kejahatan yang diungkap saat Operasi Pekat 2019 di Sambas, Selama pelaksanaan operasi, polisi mengungkap 63 kasus dengan jumlah tersanga 85 orang.

SAMBAS, SP – Polres Sambas mengungap 63 kasus dan mengamankan 85 orang tersangka selama pelaksanaan Operasi Pekat 2019.

"Kita berhasil mengungkap sebanyak 63 kasus selama operasi pekat 2019, dari kasus-kasus tersebut didapat 85 tersangka," kata Waka Polres Sambas, Kompol Ridho di Mapolres Sambas, Selasa (2/7).

Hal ini kata Wakapolres, telah melampaui target operasi satuannya. Dari 63 kasus tersebut enam kategori masuk sasaran Operasi Pekat.

"Keseluruhan 63 kasus tersebut terdiri enam kategori yang masuk sasaran Opersi Pekat di antaranya narkoba, prostitusi, premanisme, minuman keras, senjata tajam dan petasan," paparnya.

Kasus minuman keras (Miras), kata Ridho menjadi yang paling banyak diungkap selama Operasi Pekat di Sambas yakni 18 kasus, kemudian petasan 12 kasus, perjudian 11 kasus, prostitusi 10 kasus.

“Kemudian kasus narkoba tujuh kasus dan premanisme lima kasus dan ini menyebar hampir di seluruh kecamatan di Sambas," ujar Ridho.

Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili mengatakan, berbagai program telah dilakukan untuk menurunkan kasus penyakit masyaraat (Pekat) dan asusila.

"Pemda Sambas telah membuat berbagai upaya yang diantaranya jam malam bagi pelajar, kemudian membentuk tim penanggulangan Pekat, ini tujuannya untuk menekan penyakit masyarakat yang juga berkaitan erat dengan asusila," katanya.

Selain itu juga terdapat program yang bertujuan meningkatkan kualitas keimanan masyarakat, serta berbagai program lainnya.

"Kemudian juga ada program mengaji sebelum memulai pelajaran bagi siswa muslim dan membaca kitab suci masing-masing bagi non muslim. Program ini juga kita lakukan di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN), dimana semua harus mengaji lebih dulu sebelum bekerja," tuturnya. (noi/jee)