Minggu, 22 September 2019


Atbah Teken Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 241
Atbah Teken Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting

Registrasi – Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili saat registrasi sebelum melakukan penandatanganan nota kesepahaman Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2019 dengan pemerintah pusat, di Jakarta, kemarin.

SAMBAS, SP – Pemkab Sambas menjadi salah satu daeah di Indonesia yang mendatangani nota kesepahaman Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2019. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi.

Penandatanganan dilakukan di Jakarta, kemarin malam. Ada 72 kepala daerah di Indonesia yang ikut mendatangani nota kesepakatan.
“Stunting menjadi ancaman masa depan anak dan menghambat kemajuan serta daya saing di daerah,” kata Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili.

Sementara Kepala Bappeda Sambas, Sabtuni yang turut mendampingi Bupati pada pertemuan tersebut mengatakan, berdasarkan hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) Kalbar 2015-2016 diketahui stunting terdapat di semua kabupaten/kota di Kalbar. Angkanya juga cukup tinggi.

"Sambas termasuk dalam tujuh kabupaten yang mengalami peningkatan prevalensi balita stunting, yakni dari 35,1 pada 2015 menjadi 38,9 di 2016," papar dia.

Secara nasional dalam rangka penurunan angka stunting secara nasional, pemerintah pusat telah menetapkan 160 kabupaten/kota sebagai wilayah prioritas penanganan stunting. Sambas termasuk dalam daftar wilayah prioritas tersebit.

"Terdapat sepuluh desa di Sambas yang ditetapkan sebagai lokasi prioritas penurunan stunting," jelas dia. 

Sepuluh desa yang dimaksud yakni di Desa Piantus, Tri Gadu, Tempapan Kuala, Tempapan Hulu, Pangkalan Bemban, Mekar Jaya, Sungai Bening, Sulung, Senatab, dan Sungai Palah. (hms/jee)