Rabu, 11 Desember 2019


Pemkab Sambas Gelar Syukuran Rayakan HUT ke-388

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 157
Pemkab Sambas Gelar Syukuran Rayakan HUT ke-388

Sambutan - Asisten II Setda Kalbar, Syarif Kamaruzaman memberikan sambutan saat acara syukuran perayaan HUT Sambas ke-388. Pada perayaan tersebut, tamu undangan yang hadir mengenakan pakaian muslim tradisional Sambas.

SAMBAS, SP – Pemkab Sambas menggelar syukuran memperingati hari jadi Pemkab Sambas ke-388, Senin (15/7). Para tamu yang menghadiri acara datang menggunakan pakaian muslim tradisional Sambas.

Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili dalam acara tersebut berharap di usia Sambas sekarang ini dapat membawa Sambas menjadi kabupaten yang berlimpah berkah.

"Tagline Sambas Berkah artinya kebaikan Allah yang selalu melekat kepada kita dalam kondisi apapun. Ini awal kita agar segala sesuatu yang terkait dengan kebaikan adalah keberkahan," katanya.

Harapan Atbah adanya keberkahan akan membawa seluruh masyarakat Sambas semakin sejahtera dan terhindar dari kesulitan. "Semoga Sambas semakin jaya, dewasa dan semakin berkah untuk negeri dan untuk semua yang ada di Sambas hari ini dan di masa datang," pintanya.

Atbah tidak menampik saat ini Sambas masih dalam kondisi ketertinggalan, namun hal ini kata dia menjadi pemacu semangat untuk berbuat lebih baik demi kemajuan daerah.
"Meskipun Sambas masih disebut daerah tertinggal, kita harus jadikan ini sebagai penyemangat untuk mengatasi atau keluar dari zona tersebut," tukasnya.

Asisten II Setda Kalbar, Syarif Kamaruzaman mengatakan, Sambas merupakan satu di antara wilayah di Kalbar yang menjadi barometer pembangunan di Kalbar.

"Bagi masyarakat luar, Sambas adalah salah satu wilayah yang berkembang dan inovatif, daerah ini juga akan menjadi daerah perlintasan dengan terbangunnya Pelabuhan Internasional Kijing di Mempawah," ujarnya.

Pembangunan di Sambas harus terus meningkat sehingga dapat semakin mengangkat citra dan prestasi Sambas di tingkat nasional dan internasional

"Sambas dapat terbentuk karena semangat pembanggunan yang dimiliki seluruh masyarakat Sambas. Karenanya, sejarah masa lalu adalah pondasi yang sangat bernilai untuk masa kini dan masa depan," pungkasnya. (noi/jee)