Pengerukan Pasir di Pantai Temajuk Dipertanyakan

Sambas

Editor elgiants Dibaca : 1059

Pengerukan Pasir di Pantai Temajuk Dipertanyakan
Pengerukan Pasir – Alat Berat sedang mengeruk pasir di bibir Pantai Temajuk, DEsa Temajuk, Kecamatan Paloh. Pemerintah kecamatan setempat mengaku tidak mengetahui adanya aktivitas yang telah dilakukan sejak awal bulan lalu.
SAMBAS, SP - Aktivitas pengerukan pasir di Pantai Temajuk, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh menimbulkan pertanyaan. Pasalnya, beberapa kalangan di Pemkab Ketapang banyak yang tidak mengetahui aktivitas tersebut.

Berdasarkan informasi yang didapat Suara Pemred, pengerukan pasir di Pantai Temajuk dengan menggunakan alat berat telah dilakukan sejak 7 Juli 2019.

Menurut sumber yang tidak ingin disebutkan namanya, pengerukan pasir dilakukan perusahaan swasta untuk pembuatan kanal.
"Nantinya disusun ponton di kanal tersebut untuk dijadikan semacam dermaga bersandarnya ponton yang membawa material dari Pelabuhan Merak," bebernya, Kamis (18/7).

Meski pengerjaanya dilakukan dengan skala besar, namun aktivitas pengelolaan pantai tersebut ternyata tidak diketahui oleh pemerintahan setempat. Hal ini diakui Camat Paloh, Suhaimi.

Ironisnya, Suhaimi bahkan mengaku baru tahu ada kegiatan tersebut setelah wartawan menanyakannya.
"Maaf kami belum mengetahuinya, ini juga kami tahu karena informasi yang disampaikan," kilahnya.

Keberadaan aktivitas tersebut juga dipertanyakan Ketua Komisi A DPRD Sambas, Lerry Kurniawan Figo. Dalam waktu dekat, Figo berencana menemui instansi terkait untuk menanyakan aktivitas apa sebenarnya yang dilakukan, termasuk kelengkapan izin pengerjaan.

"Kami akan mengecek kegiatannya apakah proyek pemerintah atau swasta, lalu diperuntukan untuk apa," katanya.

Figo juga mengatakan, DPRD akan menindaklanjuti serius hal tersebut dan akan segera melakukan pemantauan langsung ke lokasi.

"Iya, kita mau cek ke kepala desa setempat, camat, intansi terkait dan tentunya pengecekan langsung di lapangan," tukasnya.

Tokoh masyarakat Sambas, Kamarudin menyayangkan aktifitas alat berat di pesisir pantai tersebut yang notabanennya merupakan destinasi wisata di Sambas.

"Masyarakat Sambas telah berusaha mengkampanyekan daerah pesisir Pantai Temajuk, Kecamatan Paloh sebagai destinasi wisata," katanya.

Karena itu kata Kamarudin tindakan atau aktifitas pengerukan pasir di Pantai Temajuk secara kasat mata telah merusak upaya yang telah dilakukan masyarakat.

"Belum dalam kaidah perizinan, baru kasat mata saja, ini telah merusak pesisir pantai, kita berusaha memajukan wisata, namun ada pihak yang melakukan hal ini, pemerintah harus buka mata," tegasnya.

Dikhawatirkan dia aktifitas pengerukan pasir dapat merusak pantai dan ekologi sekitarnya.

"Tentu dampak ke depan adalah risiko abrasi pantai, kerusakan ekologi di daerah tersebut, karenanya kami meminta Pemkab Sambas mengevaluasi pihak yang melakukan aktivitas tersebut,” pintanya. (noi/jee)