Rabu, 11 Desember 2019


Satgas Pangan Awasi Penyaluran Elpiji Subsidi

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 262
Satgas Pangan Awasi Penyaluran Elpiji Subsidi

Penyaluran Elpiji – Warga mengantre mendapatkan gas elpiji tiga kilogram. Di Sambas, penyaluran elpiji subsidi untuk masyarakat miskin mendapat pengawasan dari Tim Satgas Pangan.

SAMBAS, SP – Penyaluran gas elpiji subsidi di Sambas mendapat perhatian Tim Satuan Tugas Pangan Sambas. Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan penyaluran dilakukan tepat sasaran.

"Pembagian gas elpiji subsidi tiga kilogram benar-benar kita cermati, jangan sampai penyalurannya salah sasaran,” kata Kapolres Sambas, AKBP Permadi Syahids Putra, Minggu (21/7).

Elpiji tiga kilogram, tegas Pemadi diperuntukan untuk masyarakat miskin. Penggunaannya tidak boleh untuk kegiatan home industry atau untuk masyarakat yang perekonomiannya mampu.

“Elpiji subsidi bukan untuk ke home industry sebab gas yang disubsidi ini harganya lebih murah," katanya.
Sementara Kapolsek Jawai, Iptu Ronald Deny Napitupulu mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pengamanan pendistribusikan elpiji tiga kilogram.

"Permintaan gas elpiji cukup tinggi, karenanya kita lakukan pengamanan untuk menjaga dan menciptakan keamanan dan ketertiban saat pendistribusian," ungkapnya.

Sesuai aturan yang berlaku, dalam penyaluran gas elpiji di Sambas, warga hanya dibolehkan membeli satu tabung gas elpiji dengan cara memperlihatkan Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

"Tentu kita berharap penyaluran gas bersubsidi ini tepat sasaran," jelasnya.

Untuk menghindari adanya oknum yang menjual elpiji di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dan penjual elpiji subsidi yang tidak mengantongi izin, Ronald  telah memerintahkan seluruh anggotanya untuk ketat melakukan pengawasan terhadap ketersediaan dan pendistribusian elpiji.

"Kita awasi mulai dari gas elpiji masuk ke agen-agen di Kecamatan Jawai sampai didistribusikan ke warga yang berhak," tuturnya.

Ronald juga berharap instansi terkait di Pemkab Sambas berperan aktif mencegah dan mencari penyebab terjadinya kelangkaan elpiji di Sambas. Ia juga mengingatkan pelaku usaha tidak melakukan perbuatan melawan hukum yang bertentangan dengan ketentuan dan aturan perundang-undangan dalam menjalankan usaha.

"Harga eceran sudah ditetapkan pemerintah, maka jangan coba-coba menjual melebihi harga eceran yang telah ditetapkan dan berikanlah kepada yang berhak menerima, jika masih ada pelaku usaha yang melakukan kecurangan, kami akan tindak tegas sesuai aturan," tegasnya. (noi/jee)