Rabu, 13 November 2019


Polisi Ungkap Kasus Bom Ikan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 225
Polisi Ungkap Kasus Bom Ikan

Barang bukti – Tersangka dan barang bukti kasus kepemilikan bom ikan dan penyeludupan telur penyu yang diamankan polisi. Kedua kasus yang berhasil diungkap diniali sangat berpotensi merusak ekosistem dan menimbulkan kejahatan serius. Ist

SAMBAS, SP - Polres Sambas menggelar pers release kasus penangkapan pemilik bom ikan dan penyeludupan ribuan telur penyu, di Mapolres Sambas, Senin (12/8).

Kapolres Sambas, AKBP Permadi Syahids Putra mengatakan, kedua kasus kejahatan yang diungkap berpotensi merusak alam dan ekosistem, serta menimbulkan kejahatan serius.

"Khusus kasus untuk bom ikan sangat serius, ancamannya bisa seumur hidup, dan bisa menjadi pemantik kejahatan lain seperti terorisme," katanya.

Dalam kasus ini, polisi menahan dua tersangka yakni, Hendri warga Kecamatan Pemangkat, Kabupaten Sambas dan Hairul warga Kabupaten Natuna, Provinsi Riau.

Pengungkapan kasus berkat informasi masyarakat tentang kepemilikan bahan baku pembuatan bahan peledak berupa amonium nitrat, TNT serta detonator, di Pelabuhan Perikanan Nusantara di Jalan Penjajap Timur, Desa Penjajap Kecamatan Pemangkat.

Berdasarkan informasi tersebut, petugas kemudian melakukan penyelidikan dan menemukan empat jerigen ukuran 35 liter berisi amonium nitrat, serta 40 botol minuman keras di gudang ikan milik Hendri.

“Petugas kemudian melakukan pengembangan penyelidikan dan berhasil menemukan bahan-bahan lainnya," jelas Permadi.

Barang bukti lain yang ditemukan, lanjut Permadi yakni 36 tutup sumbu, 67 sarung bawah sumbat, 13 buah sumbu korek dan satu detonator.

Sementara kasus penyeludupan telur penyu, Kasat Reskrim Sambas, AKP Prayitno menyebutkan, jumlah telur penyu yang diseludupkan sebanyak 6.985 butir. 

Telur penyu yang diamankan, dikatakan Prayitno, didapat dari tersangka bernama Teguh, warga Kecamatan Pemangkat dan Uray Hendrik yang juga berasal dari Pemangkat.

"Telur tersebut dibawa menggunakan Kapal KM Nusantara yang berlabuh di Pelabuhan Perintis Sintete, Kecamatan Semparuk," ungkapnya.

Setelah kapal tersebut bersandar di pelabuhan, polisi kemudian melakukan penyelidikan dan memeriksa kendaraan yang keluar dari areal pelabuhan. Hasilnya,  petugas berhasil mengamankan tersangka Teguh yang saat itu membawa telur penyu.

"Tersangka Teguh diamankan berikut barang bukti 710 butir telur penyu yang dia beli dari Pulau Tambelan,” ungkapnya.

Polisi juga mengamankan satu tersangka lain dalam kasus ini yakni Uray Hendrik yang memiliki 250 butir telur penyu yang dibeli dari Pulau Tambelan.

"Pemilik dari telur penyu ini masih kita selidiki dan barang bukti telah kita amankan di Mapolres Sambas," tukasnya. (noi/jee)