Sabtu, 21 September 2019


Camat Selakau Dilaporkan Kasus Pencabulan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 1832
Camat Selakau Dilaporkan Kasus Pencabulan

Ilustrasi

SAMBAS, SP – Camat Selakau, BB (56) dilaporkan atas dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur. Kasatreskrim Polres Sambas, AKP Prayitno mengatakan, laporan kasus ini diterima pihaknya, Senin (5/8).

Korban pencabulan, dikatakan Pryitno berusia 17 tahun dan merupakan pelajar magang di Kantor Camat Selakau. Korban dicabuli sebanyak dua kali di lokasi bebeda. Pencabulan pertama dilakukan di ruangan kerja camat pada 22 Juli 2019.

“Korban dipanggil ke ruangannya dan dipegang tangan, dagu dan dicium," jelas Prayitno, Rabu (14/8).

Pencabulan kedua dilakukan di rumah dinas BB pada 25 Juli 2019. BB memanggil korban dan meminta membersihkan rumah dinasnya. Saat itu, korban datang bersama temannya.

"Sampai di rumah dinas, BB menyuruh teman korban beli nasi bungkus, lalu korban disuruh menyapu. Ketika menyapu itulah dilakukan pencabulan. BB mencium dan meraba tubuh korban,” ungkap Prayitno.

Ironisnya, kata Prayitno, BB juga kembali melakukan perbuatan tersebut di depan teman korban ketika menyantap makan siang.

"BB sudah kita tetapkan tersangka. Alat bukti sudah cukup untuk menjadikan BB tersangka kasus pencabulan," yakinnya.

Ketua Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar, Eka Nurhayati Ishaq mengatakan, pihaknya akan memberikan pendampingan kepada korban. Dia juga mengingatkan Pemkab Sambas tidak melakukan intervensi dalam kasus ini.

"Kami berharap Pemda bisa mengawal dan tidak mengintervensi, karena ini berkaitan dengan oknum ASN," ungkapnya. 

Eka menduga sudah ada upaya untuk menghentikan jalannya pengembangan kasus tersebut, hal ini dia simpulkan setelah mengetahui pelapor telah berupaya mencabut laporannya di Polres Sambas.

"Pihak pelapor sudah pernah membuat surat pernyataan ingin mencabut laporan. Tidak bisa semudah itu, karena ini kasus cabul dan KPPAD akan mengawal kasus ini sampai vonis putusan di pengadilan," tegasnya.

Eka menyesalkan, saat ini, BB belum ditahan. Persoalan ini sudah ia sampaikan ke pihak kepolisian. "Itu yang kami sesalkan, dia belum ditahan karena infonya akan ada jaminan. Tapi ini sudah ditolak kepolisian, karena kita sudah konfirmasi," jelasnya. 

KPPAD Kalbar juga mengantisipasi agar korban dan saksi tidak mendapatkan intervensi dari pihak-pihak tertentu. 

"Kami yakin sudah ada intervensi terhadap korban dan keluarga. Hal itu bisa di lihat karena pelapor berupaya mencabut laporannya," yakinnya. (noi/jee)