Kamis, 19 September 2019


Perayaan HUT RI di Aruk Dihadiri Pejabat Malaysia

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 107
Perayaan HUT RI di Aruk Dihadiri Pejabat Malaysia

SAMBAS, SP - Pejabat pemerintah Kerajaan Malaysia ikut menghadiri pelaksanaan upacara HUT RI ke-74 yang digelar di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, kemarin. Upacara di PLBN Aruk dihadiri Wakil Bupati Sambas, Hairiah.

Pejabat daerah Lundu Kuching, Serawak, Hersad Ersan Bin Aman usai upacara mengucapkan selamat atas kemerdekaan Republik Indonesia ke-74.

"Kami sangat berbesar hati menerima undangan ikut apel upacara HUT RI, dari kami sangat mengharapkan hubungan yang lebih baik lagi antara negara ini," kata Hersad.

Hersat mengungkapkan baru pertama kalinya menghadiri HUT RI yang diselenggarakan di PLBN Aruk Sajingan.
"Ini baru pertama sekali saya datang dalam upacara HUT RI, karena kebetulan baru ditempatkan di daerah perbatasan," tuturnya.

Wakil Bupati Sambas, Hairiah mengatakan wilayah perbatasan sekarang sudah menjadi beranda Indonesia seiring pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah.
"Adanya PLBN Aruk menaikkan taraf hidup masyarakat Sambas, jika dilihat dari segi ekonomi dan pembangunan juga meningkat," ungkapnya.

Pemkab Sambas, disampaikan Hairiah selalu siap melakukan kerja sama dalam pengembangan infrastruktur, terutama di wilayah desa di sekitar wilayah penyangga perbatasan.

"Keinginan kami infrastruktur semakin baik, karena Sambas adalah wilayah yang besar dengan 193 desa," ujarnya.

Selain infrastruktur, pengembangan pariwisata di perbatasan Sambas-Malaysia juga menjadi perhatian serius. Hairiah berharap ada regulasi parawisata di wilayah perbatasan. 

"Kami juga mengapresiasi kerja sama antara penegak hukum TNI, Polri, PLBN Aruk, imigrasi dan Bea Cukai menjaga keamanan di wilayah perbatasan," tutupnya.

Koordinator Anggota Kelompok Ahli Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Max Pohan yang menjadi inspektur upacara HUT RI ke-74 di PLBN Aruk mengatakan, perayaan HUT yang digelar melebihi ekspektasi dari BNPP.

"Kita selalu meningkatkan semangat masyarakat di daerah perbatasan, momen-momen seperti ini bisa mempengaruhi semangat masyarakat sebagai warga negara Indonesia," ujarnya.

Max mengatakan, BNPP menangani tiga komponen besar, pertama komponen dari garis batas wilayah dalam penyelesaian di wilayah perbatasan. Kedua, mengenai persoalan lintas batas, termasuk masalah keamanan dan bekerja sama dengan Malaysia. Komponen ketiga mengenai pembangunan kawasan perbatasan yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.

"Kalau dilihat PLBN Aruk kemajuannya luar biasa, beberapa tahun silam, saya ke sini waktu mulai dibangun, dan sekarang ini prospeknya luar biasa,” katanya.

“Ke depan, kami melihat ini memiliki prospek luar biasa, dan pemerintah senantiasa menyiapkan infrastruktur penunjang, termasuk bekerja sama dengan pemerintah daerah, baik dengan gubernur dan bupati," sambungnya. (noi/jee)