Kamis, 19 September 2019


Pemkab Siapkan Replanting Kebun Karet

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 152
Pemkab Siapkan Replanting Kebun Karet

kumpulkan karet – Seorang petani sedang mengumpulkan hasil karet dari lahan perkebunan karet. Di Sambas, sebanyak seribu hektare kebun karet akan ditanam ulang atau replanting.

SAMBAS, SP - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sambas mengajukan usulan penanaman ulang atau replanting perkebunan karet seluas seribu hektare pada 2020.

Replanting dilakukan untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian kebun karet di Sambas, mengingat banyak tanaman karet milik petani yang usianya sudah tua.

"Tahun ini ada program dari Dirjen Perkebunan menyiapkan 500 juta bibit tanaman perkebunan sampai 2023, dan untuk Sambas usulannya bibit karet dengan luas seribu hektare," kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sambas, Yayan Kurniawan, Selasa (20/8).

Untuk melancarkan rencana tersebut, kata Yayan, pihaknya sedang menyiapkan database kelompok tani yang masuk kualifikasi penerima bantuan.

Yayan berharap nantinya usulan yang diajukan disetujui, mengingat selain pertanian, masyarakat Sambas juga cukup banyak yang berprofesi sebagai petani karet. 

"Saya pikir ini peluang bagi kita, karena berdasarkan data ada sekitar 12 ribu hektare tanaman karet di Sambas yang sudah berumur, semoga usulan kita disetujui," harapnya.

Ketua Gerbang Tani Sambas, Bagus Setiadi menyambut baik program replanting tanaman karet. Ia menilai program tersebut akan membantu meningkatkan kesejahteraan petani karet di Sambas.

"Jika kita bicara intervensi harga, tidak banyak yang bisa dilakukan, karena harga jual karet mengikuti fluktuasi dunia, namun karet berkualitas tetap harus dihasilkan, salah satu caranya dengan peremajaan kembali," katanya.

Menurut Bagus ada sekitar 54 ribu hektare kebun karet rakyat yang  tersebar di 19 kecamatan di Sambas dan kebanyakan tanamannya sudah cukup tua.

"Paling banyak di Kecamatan teluk keramat, ada sekitar 13 ribu hektare, namun kebanyakan adalah tanaman karet yang sudah tua, karena itu memang sangat diperlukan peremajaan,"tegasnya.

Bagus berharap program yang diluncurkan pemerintah ini dapat berjalan dengan berkesinambungan dan terealisasi dengam baik di lapangan.

"Sehingga setidaknya setiap petani karet memiliki setengah dari luas lahan mereka adalah pohon karet yang sudah di tanam ulang atau replanting," pungkasnya. (noi/jee)