Kamis, 19 September 2019


Militer Turun Tangan Sosialisasi Menjaga Lingkungan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 119
Militer Turun Tangan Sosialisasi Menjaga Lingkungan

TEMUI WARGA- Komandan Koramil 1020-10/Jawai, Kapten Inf. Nazirin memberikan sosialisasi kepada warga di Parit No Satu untuk turut berperan mencegah terjadinya karhutla.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan di bulan Agustus hingga September 2019, merupakan puncak musim kemarau. Kondisi iklim ini diperkirakan masih berlangsung hingga pada Oktober.

Masyarakat diminta mengantisipasi ancaman bencana yang dapat timbul pada musim kemarau diperkirakan akan berlangsung hingga September mendatang. Antisipasi ancaman bencana kala kemarau seperti kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Data yang diperoleh di laman sipongi.menlhk.go.id, terdeteksi lima titik panas (hotspot) di Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat, pada Rabu (21/8).

Guna mencegah terjadinya  karhutla di musim kemarau, Komandan Koramil 1020-10/Jawai, Kapten Inf. Nazirin turut mengkampanyekan pentingan menjaga lingkungan kepada warga. 

Hal ini dilakukan Kapten Nazirin, Selasa (20/8), dengan menyambangi rumah warga di Parit No Satu. Di ruang tamu rumah salah satu warga dijadikan tempat sosialisasi itu, Nazirin mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan membuang puntung rokok. Dia juga mengajak warga untuk tidak membuka lahan dengan cara melakukan pembakaran.

“Pembakaran lahan berdampak pada kerusakan ekosistem, musnahnya flora dan fauna. Menimbulkan polusi dan penyakit ISPA. Mengganggu jarak pandang transportasi, menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim, hutan gundul, dan tanah longsor. Sehingga sumber air akan semakin menipis,” tutur Nazirin.

Sosialisasi menjaga lingkungan dilakukan dalam beberapa kegiatan, di antaranya melakukan pemadaman di lahan terbakar dan memasang spanduk imbauan di sejumlah titik.

Kapten Nazirin  mengajak  warga Parit No Satu berperan aktif  dalam  mencegah kebakaran hutan dan lahan. Caranya, kata Nazirin, dengan ikut mengawasi dan memantau titik panas.

Dandim 1202/Singkawang, Letkol Arm. Victor J.L. Lopulalan menyebutkan, jajarannya terus melakukan upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan.

“Kita terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Bekerjasama dengan Polri dan Manggala Agni. Kita juga akan rutin berpatroli untuk memantau wilayah mana saja yang rawan karhutla,” kata Victor.

Ditegaskannya, bagi pembakar hutan dan lahan secara sengaja dapat diancam dengan hukuman Pidana. (Pendim Skw/has)