Kamis, 19 September 2019


Polis Periksa Lokasi Kematian Ternak Ayam di Sajingan Besar

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 141
Polis Periksa Lokasi Kematian Ternak Ayam di Sajingan Besar

PERIKSA - Personel dari Kepolisian Sektor Sajingan Besar mendatangi kandang ternak ayam milik warga yang dalam beberapa hari ini mati mendadak.

SAMBAS, SP -  Beberapa hari belakangan, masyarakat di sekitar Desa Sanatab Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, dihebohkan dengan kematian ternak ayam mereka secara mendadak.

Atas peristiwa tersebut, Kapolsek Sajingan Besar Ipda Susana Suku Tola  turun ke lokasi melihat langsung kasus kematian ternak ayam milik warga.

“Kita sudah lakukan pengecekan ke Desa Senatab bersama kepala desa setempat. Memang banyak ayam lokal milik warga yang ditemukan sakit dan mati secara massif. Dan dijelaskan bahwa ternyata kejadian seperti ini adalah musiman di kampung tersebut. Biasa terjadi sekali atau dua kali dalam setahun,” ujar Ipda Susana Suku Tola, Rabu (21/8).

Penyakit ayam tersebut, kata Kapolsek, biasa disebut warga dengan penyakit hawar. Hal ini memang selalu menera ternak ayam di desa tersebut.

“Orang kampung biasa menyebutnya penyakit hawar. Penyakit tersebut mulai terjadi sekitar awal bulan Juli 2019 sampai sekarang masih berlangsung,” katanya.

Dari pemeriksaan di lapangan, kata Susana, hampir di setiap dusun Desa Sanatab tersebut mengalami kejadian serupa.
“Kejadian tidak hanya di Dusun Batu Hitam tapi juga terjadi di beberapa dusun lainnya. Seperti di Dusun Sawah, dan Dusun Tanjung, Desa Sanatab,” ujarnya.

“Kami mengharapkan kepada instansi terkait dalam hal ini Dinas Peternakan Kabupaten Sambas agar melakukan pengecekan dan penelitian terhadap penyebab matinya ternak tersebut. Sehingga dapat diketahui secara langsung penyebab dan cara untuk mengatasi penyakit ayam kampung tersebut,” kata Susana.

Kapolsek juga mengimbau agar masyarakat mengubur ayam yang mati dan menjaga kebersihan lingkungan.
“Ayam yang sakit jangan dikonsumsi dan kuburkan segera ayam yang mati. Lalu jaga kebersihan lingkungan,” imbuhnya. (noi/has)