Sabtu, 21 September 2019


Warga Semparuk dan Pemangkat Kesulitan Air Bersih

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 59
Warga Semparuk dan Pemangkat Kesulitan Air Bersih

antre – Warga di Kecamatan Pemangkat harus mengatre untuk membeli air bersih. Kamarau yang terjadi membuat banyak wilayah di Sambas kekurangan pasokan air bersih. Ist

SAMBAS, SP – Musim kemarau yang terjadi di Kabupaten Sambas membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih. 

Warga Kecamatan Semparuk, Zariyan mengatakan selama hampir dua bulan, hujan tak kunjung turun dan menyebabkan kesulitan mendapatkan air bersih.

'Di semparuk, apalagi di daerah tempat tinggal kami, sumber air mengandalkan sumur dan air hujan, saat ini sumber air sudah kering, simpanan air bersih juga sudah  habis," keluhnya.

Keterbatasan ekonomi juga membuat dia kesulitan untuk membeli air bersih seperti yang dilakuan keluarga lain di tempat ia tinggal.

"Mau beli air uang belum ada, masyarakat memang biasa beli air kalau sudah kelewat kering, tapi kalau tak ada uang apa yang bisa kita dapatkan," katanya.

Mengatasi kesulitan tersebut, Zariyan terpaksa harus menggunakan sepeda motor untuk mengangkut air bersih dari sungai yang jaraknya cukup jauh.

"Solusi sementara bawa jeriken ke sungai yang agak jauh di malam hari, karena kalau siang airnya agak asin, bolak balik untuk kebutuhan sehari-hari," tukasnya.

Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Pemangkat, warga setempat, Andre Watapara mengatakan, warga harus mengantre untuk membeli air bersih.

"Kalau sudah satu bulan lebih tak hujan, Pemangkat selalu dihadapakan krisis air bersih, kami harus ngantri dan bayar sekian ribu rupiah per jerigen," keluhnya.

Andre berharap Pemkab Sambas turun tangan mengatasi persoalan air bersih yang terjadi di beberapa wilayah di Sambas .
"Kami ingin memastikan hak rakyat atas sumber daya air yang kini semakin sulit. Air menjadi barang mahal, karena diperdagangkan, padahal tanah Indonesia kaya air. Kita bukan seperti Afrika yang miskin air," pungkasnya. (noi/jee)