Sabtu, 21 September 2019


Orang Tua Liburkan Anak Sekolah Karena Kabut Asap

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 79
Orang Tua Liburkan Anak Sekolah Karena Kabut Asap

Kabut Asap – Kabut asap terlihat mulai pekat terlihat di aliran Sungai Sambas. Warga Sambas mulai khawatir kabut asap akan menggangu kesehatan anak mereka.

SAMBAS, SP – Warga Sambas, Uray Jaja memutuskan untuk tidak menyekolahkan anaknya yang duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) karena pekatnya kabut asap yang melanda Sambas.

"Mulai hari ini anak saya tidak saya antar ke sekolah, karena sudah batuk-batuk, mau di bawa berobat ke puskesmas,” katanya, Rabu (11/9).

Uray Jaja mengaku sebelumnya ia sudah menyarankan pihak sekolah untuk meliburkan sementara aktivitas sekolah sampai kabut asap mereda. Namun saran tersebut tidak digubris.

“Saya sudah sarankan ke sekolah agar diliburkan saja dulu sampai kondisi udara semakin baik," katanya.

 Warga Sambas lainnya, Alek juga khawatir kabut asap akan mengancam kesehatan anak-anak.

"Saya setiap pagi mengantarkan anak ke sekolah, pagi tadi kabut asap sangat pekat, saya khawatir kesehatan anak saya terganggu," keluhnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sambas, Yudi mengungkapkan pihaknya mendata ada sembilan titik api di Sambas.

"Kita sudah imbau masyarakat agar tidak membakar lahan. Pemadaman titik api juga sudah kita lakukan dengan tim gabungan serta dibantu masyarakat,” jelasnya.
 
Kepala Dinas Kesehatan Sambas, Fatah Mariyunani telah meminta puskesmas di Sambas mengambil langkah antisipasi seiring pekatnya kabut asap.

"Kita dari Dinas Kesehatan dan puskesmas akan turun ke lapangan untuk membagikan masker ke warga," ungkapnya.

Kondisi udara di Sambas, dikatakan Fatah berpotensi untuk menyebabkan infeksi saluran pernapasan (Ispa)

"Dalam situasi kabut asap seperti ini, berbagai penyakit terkait pernapasan, masyarakat sebaiknya mengurangi aktifitas yang tidak perlu di luar rumah dan gunakan masker jika harus beraktifitas di luar rumah," pungkasnya. (noi/jee)