Minggu, 20 Oktober 2019


Dinkes Diminta Antisipasi Warga Terpapar Asap

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 58
Dinkes Diminta Antisipasi Warga Terpapar Asap

KABUT ASAP – Kabut asap pekat terlihat di aliran Sungai Sambas pada Minggu (15/9). Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili memutuskan memperpanjang libur sekolah karena asap dari Karhutla yang semakin pekat.

SAMBAS, SP - Anggota DPRD Sambas, Ferdinan Solihin meminta dinas kesehatan untuk bersiap menghadapi kemungkinan meningkatnya warga yang sakit akibat terpapar asap dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

"Puskesmas, rumah sakit dan unit pelayanan kesehatan mesti bersiap melayani masyarakat yang sakit, khususnya pernapasan akibat kabut asap, jangan sampai ada jatuh korban," kata Ferdinan, kemarin.

Upaya pencegahan, kata Ferdinan juga sudah harus mulai dilakukan, seperti memberikan masker gratis kepada masyarakat.
"Kondisi sekarang ibarat negeri di atas awan, kabut asap kian parah akan tetapi masyarakat tetap harus beraktifitas. Dinas Kesehatan harus turun memberikan masker ke warga," pintanya.

Ferdinan juga meminta agar penyebab Karhutla di Sambas dapat diusut pelakunya. Jika terbukti, sanksi tegas harus diberikan. "Harus tegas dan ditangkap jika memang ada, jangan sampai karena ulah kita semua dirugikan,” tegasnya.

Ferdinan juga meminta agar masa libur anak sekolah ditambah apabila kabut asap ternyata belum juga berkurang.

"Libur sekolah harus diperpanjang jika kondisinya makin parah, kita tidak mau anak-anak kita jadi korban kabut asap," tuturnya.

 Kabut asap yang menyelimuti Sambas, juga membuat khawatir Bupati Sambas, Atbah Romin Suhaili. Kepada warganya, Atbahmengimbau agar aktifitas di luar rumah.

"Masyarakat disarankan untuk tidak terlalu lama di luar rumah, khususnya anak-anak, karena kabut asap ini membahayakan kesehatan," katanya.

Dia juga telah meminta Dinas Kesehatan mempersiapkan segala yang dibutuhkan untuk mengantisipasi agar kesehatan masyarakat Sambas tetap baik meskipun terjadi kabut asap.

"Dinas Kesehatan kita minta untuk mengantisipasi ini dan pro aktif melayani masyarakat yang terdampak asap, upayakan pelayanan terbaik," pintanya.

Terkait libur sekolah, Atbah juga telah meminta pengurus sekolah untuk menambah waktu libur. Keputusan itu ia ambil karena melihat kabut asap yang belum membaik bahkan semakin buruk.

 "Libur sekolah kita tambah tiga hari hingga 18 September 2019, setelah itu, kita akan lihat lagi kondisi udara. Jika rekomendasi dari pihak berwenang perlu diliburkan maka akan diperpanjang masa liburnya, insyaallah," pungkasnya. (noi/jee)