Senin, 14 Oktober 2019


Erwin Johana Harapkan Kolaborasi Sukseskan Proklim di Sambas

Editor:

Aep Mulyanto

    |     Pembaca: 38
Erwin Johana Harapkan Kolaborasi Sukseskan Proklim di Sambas

Sosialisasi Proklim Pemkab Sambas

SAMBAS, SP - Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Erwin Johana, mengatakan, Program Kampung Iklim (Proklim), harus disambut baik dan dilakukan secara terintegritasi.

"Terdapat dua komponen utama Proklim yang mesti dipenuhi. Yaitu adaptasi dan migitasi. Dua hal ini memiliki turunan yang apabila kita penuhi, maka akan berdampak secara multiplyer dan sangat bermanfaat," ujarnya, saat ditemui Suara Pemred, Kamis (3/10/2019).

Turunan tersebut, lanjut legislator Partai PKB ini, mencakup pengendalian kekeringan, banjir dan longsor. Lalu ada peningkatan ketahanan pangan, antisipasi kenaikan muka Laut, rob, intrusi air laut, abrasi, ablasi atau erosi akibat angin, serta gelombang tinggi.
“Penanganan atau antisipasi kenaikan muka laut, rob, intrusi air laut, abrasi, ablasi atau erosi akibat angin, gelombang tinggi, dan pengendalian penyakit terkait iklim,” paparnya.
"Kemudian isu migitasi yang sangat penting untuk dilakukan, seperti pengelolaan sampah, limbah, budidaya pertanian yang go green, pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan," lanjut Johana.

Sementara Anggota Komunitas Pecinta Lingkungan Sapik Galli Sambas, Fery, menyoroti upaya pelestarian lingkungan, yang harunya didukung banyak pihak.
Ia melihat, kondisi di Sambas, masih cukup banyak yang belum menyadari bahwa isu menjaga lingkungan ini bukan hanya seremonial belaka.

“Sehingga masih cukup dirasakan kerusakan lingkungan yang secara sadar dan atau tidak sadar dilakukan oleh masyarakat," jelasnya.
Dia berharap dengan semakin kuatnya tekad pemerintah kabupaten sambas untuk mensukseskan proklim tersebut, maka upaya untuk mengajak masyarakat mencintai lingkungan akan lebih digalakkan.

"Kita sangat siap untuk bersama-sama pemerintah atau lembaga lainnya untuk mensukseskan program ini, upaya sosialisasi secara langsung hingga di tiap desa sangat perlu dilakukan dan rutin, agar mereka menyadari pentingnya menjaga lingkungan dari pencemaran seperti limbah rumah tangga, menyetrum ikan, meracun sungai (tuba), membuang sampah plastik sembarangan, pembalakan hutan dan pembakaran lahan," papar Fery. (noi)