Senin, 18 November 2019


Balita Dicabuli

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 55
Balita Dicabuli

Ilustrasi

SAMBAS, SP – Anak korban usia lima tahun di Kecamatan Pemangkat menjadi korban pencabulan. Terduga pencabulan berinsial Z berusia 23 tahun yang juga merupakan warga Kecamatan Pemangkat.

Kapolres Sambas, AKBP Permadi Syahid Putra mengatakan berdasarkan pemeriksaan kepolisian terhadap Z, perbuatan pencabulan ia lakukan pada 2 Oktober 2019.

Kasus ini terkuak karena salah seorang tetangga korban melihat Z mencium pipi dan bibir korban. Perbuatan itu kemudian dilaporkan ke orang tua korban.

"Ibu korban diberitahu tetangganya bahwa anak kandungnya  yang baru berusia lima tahun telah dicium pipi dan bibirnya oleh Z," tutur Permadi kepada wartawan, Minggu (6/10).

Saat kejadian, Z sempat ditegur dan dicegah oleh tetangga yang memergoki perbuatannya, namun Z langsung melarikan diri.

"Sehari setelah kejadian tersebut, menurut keterangan ibu korban, anaknya mengalami gangguan saluran pembuangan air kecil dan merasa sakit," terang Permadi.

Korban kemudian dibawa ke Rumas Sakit Umum Daerah (RSUD) Pemangkat. Hasil pemeriksaan diketahui alat vital korban mengalami bengkak dan lecet.

Setelah mendapat laporan dari orang tua korban, polisi kemudian bergerak mencari Z. Tak lama, ia kemudian ditangkap tanpa perlawanan tidak jauh dari rumahnya.

“Pelaku sudah diamankan di Mapolres Sambas dan akan dikanakan Pasal 81 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak," jelas Permadi.

Wakil Bupati Sambas, Hairiah mengatakan Pemkab Sambas telah berupaya membuat kebijakan untuk menekan angka kejahatan seksual dan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Kita sudah berupaya membuat kebijakan yang menyentuh persoalan sosial, antara lain membuat pusat pelayanan terpadu untuk penananganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak," katanya.

Dengan formulasi yang telah dibuat diharapkan Hairiah kesadaran masyarakat akan meningkat untuk melapor jika menemukan korban pencabulan di sekitar mereka.

"Dengan kebijakan ini, kesadaran masyarakat timbul dan mengadukan persoalan yang dialami, sehingga dengan akses pelayanan yang mudah memungkinkan pelaporan kasus meningkat," harapnya. (noi/jee)
<!--[endif]-->