Program Bedah Rumah Kodim

Sanggau

Editor sutan Dibaca : 1454

Program Bedah Rumah Kodim
BANTUAN BEDAH RUMAH – Inam bersama keluarganya usai menerima bantuan bedah rumah dari Dandim Sanggau. Nenek 57 tahun itu, kini bisa bergerak lebih leluasa setelah bedah rumah nanti. Sebelumnya, rumah yang ia tempati berukuran kecil dan dijejali delapan o

Dengan mimik haru dan mata berkaca-kaca, wanita paruh baya menyambut kedatangan Komandan Kodim 1204/ Sanggau, Letkol Inf Heri Budi bersama Komandan Unit Intelnya, Pelda Mat Heri di sepetak rumah kecilnya. Kehadiran petinggi TNI, kontan mengukir momen indah baginya.


Adalah Inam. Nenek berusia 57 tahun yang tak pernah menyangka bakal menerima bantuan bedah rumah dari Dandim. Siang itu, ia ditemani anak sulungnya, Yuni dan tiga cucunya penuh suka cita.

Keceriaan terus terpancar dari diri seorang buruh serabutan di Kota Sanggau ini. “Kami bersyukur. Kepada bapak-bapak TNI mau membantu kami dengan membangun rumah baru. Ternyata masih ada yang peduli dengan kami orang tak mampu ini,” kata Inam, haru.

Inam tak pernah memilih untuk mendiami rumah gubuk berukuran 3 X 5 meter. Makanya, ia sangat bersyukur ada perhatian lebih dari pemerintah. Terhadap kondisi keluarganya yang serba kekurangan.

Sebelumnya, ia mengaku tinggal di Jalan Riam Bunut, sekitar 15 tahun baru pindah ke sini. “Kita delapan orang di sini. Tapi kalau siang berlima. Suami dan menantu kerja. Biasalah nuking. Biasanya nganggur, tapi sekarang kebetulan lagi ada kerjaan,” jelasnya.

Inam amat senang, terhadap rasa kepedulian ini. Rumahnya nanti bisa layak huni. ”Ya terpaksa kami harus tidur ramai-ramai, soalnya rumah kami kecil sementara yang tinggal ramai,” kata Yuni (34), putri sulung Inam menceritakan kondisi rumahnya yang kecil.

Yuni mengaku belum pernah mendapat perhatian dan bantuan pemerintah daerah. “Dulu waktu tinggal di Jalan Riam, pernah dapat, itupun hanya bapak. Sementara saya dengan suami belum pernah sama sekali. Sejak tinggal di sini sampai belasan tahun belum pernah dapat raskin juga,” jelasnya.

Selain itu, Yuni juga mengaku tidak memiliki kartu jaminan kesehatan. “Belum ada Jamkesda, Jamkesmas juga tidak ada, kalau sakit paling beli obat di pasar,” katanya.

Dandim 1204/Sanggau, letkol Inf Heri Budi Purnomo menyampaikan setidaknya pihaknya telah membedah rumah warga miskin sekitar 10 unit di Kecamatan Kapuas.

Ini merupakan salah satu program TNI AD, yakni Serbuan Teritorial. Bertujuan membantu rakyat yang rumahnya tidak layak huni. “Sementara rumahnya keluarga bu Inam dan Herman adalah program tambahan. Berarti ada 11 kegiatan dari semula hanya 10 kegiatan,” paparnya.

Rumah Inam, nantinya akan diperbesar yaitu 5 X 7 meter. Menurut Dandim sangat perlu karena kondisi rumah itu sudah memprihantinkan. Ia berjanji, program bedah rumah akan terus bergulir. “Insyallah program ini berlanjut, mungkin tidak hanya 10 rumah, bisa saja lebih,” pungkasnya. (saiful fuat/and)