Dua Orang Tewas, Pemda Sanggau Segera Tetapkan KLB Rabies

Sanggau

Editor sutan Dibaca : 913

Dua Orang Tewas, Pemda Sanggau Segera Tetapkan KLB Rabies
ILUSTRASI (bali.bisnis.com)
SANGGAU, SP – Bupati Sanggau, Paolus Hadi akan menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) kasus rabies di daerahnya. Penetapan tersebut menyusul adanya dua korban meninggal dunia akibat tertular virus anjing gila tersebut.

“Pemerintah daerah segera menetapkan KLB, dan sekarang pun saya sedang menunggu minor penetapannya,” ujar Bupati.

Paolus memastikan penanganan dan operasional kerja dalam penanggulangan rabies sudah setaraf KLB. Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan (Distankanak) yang menjadi leading sector penanganan tersebut.


Meskipun demikian, pihaknya masih menemukan kendala dalam penanganan serta pencegahan penyakit ini. Terutama dalam penyediaan vaksin anti rabies (VAR) yang kini kian menipis. Akan tetapi hal tersebut sudah dilaporkannya ke Gubernur dan Kementerian Kesehatan.

“Kalau untuk vaksin anjingnya sudah ada. Bahkan kita sudah meminta mendata setiap kecamatan, supaya ini jangan sampai lengah. Yang kita tak tahu ini tiba-tiba datang anjing gila. Ini perlu juga semacam penelitian. Mengapa setelah divaksin masih ada. Untuk yang manusia, sekarang sedang diusahakan,” jelasnya.

Di sisi lain, Paolus mengapresiasi pihak swasta yang memberikan bantuan VAR. “Bila perlu, kita kan punya dana darurat. Karena memang orang yang digigit anjing sekarang gila tak gila, itu divaksin. Karena dalam situasi begini kita tidak tahu. Yang sudah ada bukti ada rabies itu di Mukok. Sekarang anjing tengah beranak pun kalau digigit kita waspada,” tuturnya.

Menurutnya, warga pemilik anjing sangat senang terhadap kegiatan vaksinasi anjing. “Yang penting diinformasikan. Jangan tiba-tiba  tangkap, ada orang mau mengurus anjingnya. Di Mukok saya dengar ada kebijakan agar anjing dimusnahkan,” tutupnya.

Hingga Juli kemarin, kasus ini sudah merambah tiga kecamatan di antaranya  Jangkang dan Entikong.
Bahkan terdapat dua korban meninggal dunia akibat gigitan anjing gila.  “Dua korban tersebut orang dewasa yang berasa dari Kedukul, Kecamatan Mukok,” ujar

Dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Pengendali Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P2KL) Diskes setempat, Sarimin.
Distankanak sendiri mencatat ada 56 kasus gigitan anjing terdiri dari, Mukok 44, Jangkang 9 dan Entikong 3 gigitan. Agar rabies tidak merambah ke kecamatan lainnya, Distankanak membentuk Rabies Center yang dipusatkan di Kecamatan Mukok. (pul/and/sut)