Senin, 23 September 2019


Mayoritas Lokasi Karhutla di Kabupaten Sanggau Milik Masyarakat

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 1001
Mayoritas Lokasi Karhutla di Kabupaten Sanggau Milik Masyarakat

Petugas pemadam karhutla sedang memadamkan lahan gambut yang terbakar di Desa Teluk Empening, Kecamatan Terentang, Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, tahun lalu (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang)

SANGGAU, SP – Kabupaten Sanggau, saat ini menjadi daerah dengan titik api terbanyak se- Kalimantan Barat,  berjumlah mencapai 206 titik.

Sejumlah upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kerap digencarkan oleh seluruh instansi terkait tak terkecuali TNI dan Kepolisian.


Pasi Ops Kodim 1204/Sanggau,  Kapten Yunus menyebutkan pihaknya telah memerintahkan setiap Koramil bergerak cepat mengatasi Karhutla.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pembukaan lahan dengan cara dibakar sudah menjadi tradisi masyarakat yang sangat sulit dihilangkan. Sehingga perlu penanganan yang melibatkan semua pihak termasuk para tokoh di desa.

“Alasan mereka demi memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, maka mereka terpaksa membuka lahan dengan cara membakar,” ujarnya, Senin (22/8).

Sampai sejauh ini, Yunus mengaku belum menemukan indikasi keterlibatan perusahaan dalam kasus Karhutla di Sanggau. “Hasil pengawasan kami, mayoritas kebakaran berada di lahan milik warga,” ungkapnya.

Kepala Bagian (Kabag) Operasional (Ops) Polres Sanggau, Kompol I Nyoman Sarjana mengklaim telah berupaya keras bersama tim Satgas mencegah Karhutla. Hanya saja, upayanya tersebut terasa hambar lantaran masih kesulitan mengatasi masyarakat yang memiliki tradisi membuka lahan dengan cara membakar.

 “Sebaiknya dilakukan serentak, atau satu kali bakar sehingga besoknya tidak ada lagi titik api terpantau satelit. Ide itu mestinya dari tokoh adat atau masyarakat, bukan dari kami,” ungkapnya.


Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Entikong, AKP Kartyana mendapatkan informasi rencana pembukaan lahan dengan cara membakar dilakukan serentak di Dusun Entabang, Desa Pala Pasang, Kecamatan Entikong. “Itu masih info. Sejak tadi malam hingga pagi tim kami sudah turun untuk mencegah agar tidak dibakar, sampai sekarang belum ada laporan pembakaran, cuma info sudah diantisipasi,” terangnya.

Pihaknya akan mengerahkan sepuluh personel untuk berpatroli gabungan bersama Satgas Pamtas  untuk mencegah Karhutla.
Danramil Kecamatan Mukok, Kapten Warsidi menggelar sosialisasi melalui pamflet berupa imbauan kepada warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Dia juga kesulitan menegakkan hukum bagi warga yang membakar lahan. Mengingat hal itu sudah menjadi tradisi. Meski demikian, pihaknya menegaskan tetap akan memberikan pemahaman kepada warga sesuai perintah atasan.

Masyarakat Peduli Api

Wakil Bupati Sanggau yang sekaligus menjabat Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Sanggau, Yohanes Ontot menjelaskan Pemkab bersinergi bersama instansi lain melakukan berbagai upaya mencegah Karhutla.

Di antaraya sosialisasi hingga di tingkat desa, bahkan sudah membentuk masyarakat peduli api di sana. “Sosialisasi sudah sejak tahun lalu sampai sekarang secara berjenjang dan sinergi antara Pemerintah Pusat, provinsi, kabupaten, kecamatan bahkan sampai ke desa,” katanya.

Ontot menerangkan, tahun lalu sebanyak enam desa sudah memiliki masyarakat peduli api. Untuk tahun ini, hal tersebut akan diusahakan untuk penambahan hingga tiap desa bisa memiliki.

“Memang sekarang kita sudah wanti-wanti, pihak perusahaan sudah peduli dengan membuat embung di desa yang jauh dari sumber air,” pungkasnya.
  (pul/and/sut)