Melayu dan Dayak Sanggau Tangkal Aksi Teror

Sanggau

Editor Soetana hasby Dibaca : 998

Melayu dan Dayak Sanggau Tangkal Aksi Teror
OLAH TKP - Personel Polres Singkawang melakukan olah tempat kejadian perkara pelemparan molotov di Vihara Budi Dharma Kota Singkawang, Selasa (15/11). (SP/Ist)

SANGGAU, SP – Masyarakat adat Melayu dan Dayak di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Bareat, bersatu menangkal aksi teror dan provokasi. Hal ini menyusul terjadinya aksi teror seperti di gereja Kota Samarinda, Kalimantan Timur dan vihara di Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

Ketua Masyarakat Adat Budaya Melayu (MABM) Sanggau, Budi Darmawan menegaskan ajaran agama tidak mentolerir aksi kekerasan. “Ajaran agama-agama yang ada di Indonesia tidak pernah mentolerir aksi-aksi anarkis,” kata Budi, Kamis (17/11). 

Budi mengajak warga Melayu untuk menjadi keamanan di Sanggau. “Meminta seluruh Marwah Melayu berperan aktif menjaga kondisi aman dan kenyamanan di Sanggau,” tegas dia.

Dia juga berpesan agar warga tidak terprovokasi dengan isu-isu di media sosial.

Sekretaris Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sanggau, Suhadi TB mengimbau warga Dayak tidak terprovokasi aksi teror mengatasnamakan agama.

“Kami meminta masyarakat Dayak khususnya, adem ayemlah menyikapi hal ini,”ujar Suhadi.

Dia mengajak warga mempercayakan penanganan persoalan kepada pemerintah dan perangkat yang dimiliki pemerintah. “Inikan bukan Tupoksi kita. Kita punya pemerintah, biarkan pemerintah bekerja menyelesaikan persoalan ini termasuk menangkap para pelakunya,” kata Suhadi. (pul)