Selasa, 17 September 2019


Jhon: Jangan Gunakan Benih Ilegal

Editor:

sutan

    |     Pembaca: 845
Jhon: Jangan Gunakan Benih Ilegal

Ilustrasi

SANGGAU, SP - Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan (Distankanak) Sanggau H. John Hendri mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi guna mencegah penggunaan benih asalan atau tidak bersertifikasi oleh petani. 

Pasalnya, petani yang ikut program Dinas Pertanian wajib menggunakan bibit bersertifikat. Sebab tersebut memberikan keuntungan tersendiri bagi petani,  selain hasil maksimal, juga masa tanam lebih pendek.

“Kecuali petani swadaya, kita tidak berani menjamin, kalau dia ikut program itu wajib pakai bibit bersertifikat, dan ini sudah kita sampaikan kepada petani keuntungan benih bersertifikasi itu,” kata John Hendri, Kamis (1/12).

Menurut Hendri sekitar 700 lebih kelompok tani yang mengikuti program Pemerintah dan mereka semua menggunakan benih bersertifikat.

“Kita juga dorong mereka yang penting tanam, tapi ada juga mereka menggunakan benih lokal seperti berladang misalnya, itukan tidak bersertifikat sebenarnya tapi itu juga diketahui oleh mereka bahwa bibit itu selalu unggul di lahan kering misalkan,” terangnya

Pihaknya memberikan penjelasan kepada petani bahwa untuk lahan kering itu bukan hanya benih yang dimiliki petani sekarang. Misalnya benih situ bagendit, yakni  benih padi lahan kering yang umurnya empat bulan, benih itu ada sertifikatnya.

“Entikong sudah mulai mencoba itu, mereka sudah gunakan benih situ bagendit, sementara yang lain inikan karena mereka sudah menggunakan ini turun temurun, tapi kalau sawah terutama kelompok tani yang ikut program itu wajib gunakan benih bersertifikat,” jelasnya.

Sampai hari ini, John mengaku belum menemukan adanya benih ilegal atau tidak bersertifikat di kalangan kelompok tani yang mengikuti program pemerintah.

“Kalau itu belum ada, karena begini, untuk mengeluarkan izinnya itu tidak mudah, jadi tidak bisa dimain-main barang itu dan kewenangannya ada di Pemerintah Provinsi,” pungkasnya.(pul)