Mengenali Sosok M Th Djaman

Sanggau

Editor sutan Dibaca : 1382

Mengenali Sosok M Th Djaman
Ilustrasi
Berjasa Besar di Kabupaten Sanggau

Sejak diresmikan Senin (19/12) kemarin, RSUD di Sanggau resmi bernama  M Th Djaman. Siapakah sesungguhnya M Th Djaman ini? Pria ini mempunyai nama lengkap Mozez Thadeus Djaman. Lahir di Lintang, 28 Oktober 1919 dan tutup usia di Sanggau pada 3 Juni 1985. 

M Th Djaman adalah pria kampung pada umumnya, yang berhasil menjadi salah satu tokoh peletak pondasi pemerintahan di Kabupaten Sanggau, dan tokoh perekat pemersatu mayarakat yang majemuk. “Beliau berjasa besar bagi daerah ini, dengan berbagai jabatan yang pernah diemban dan juga jasa-jasanya untuk Kabupaten Sanggau,” kata Wellem Suherman SH, penulis riwayat singkat M Th Djaman yang dirangkum oleh Iwan Djelani SSn, belum lama ini. 

Riwayat pendidikannya, Ia mampu menempuh Volks School (1926-1931) berijazah, Sandaart V (1931) berijazah, Seminari Menengah Nyarumkop (1932-1940) berijazah, Guru Sekolah Desa (CVO) tahun 1941 berijazah, Guru Agama Katholik (Hulpleraacursus) tahun 1933 berijazah, dan Kyoin Rensei Kai tahun 2604/1944 berijazah.

Sementara riwayat pekerjaannya adalah sebagai Guru Agama Katholik (1940), Kepala Volks School Nyandang (1943), Juru Tulis Kelas I Kantor Demang Kapuas Sanggau (1946), WD Controle Menteri di Bonti (1946), Controle Menteri di Bonti (1949), Asisten Demang T/B Kantor Controler di Sanggau (1949), Asisten Demang Tayan Hilir di Tayan (1950), Asisten Wedana OAC di Tayan (1951), Penata Tata Praja Tingkat I (1961-1964), diaktifkan sebagai PNS tingkat II (1967), Ahli Tata Praja (1964-1972), Penata Tingkat I IIID (1972-1975 pensiun), Kepala Sub Direktorat Khusus Tingkat II Sanggau (1972-1975), pension dari PNS dengan pangkat Penata Tingkat I (1975).

Mengenai jabatan negara yang pernah diembannya diantaranya adalah Kepala Daerah Daswati II Sanggau (1958-1962), dan Bupati KDH Tingkat II Sanggau (1962-1967). Jabatan/kedudukan di lembaga negara, M Th Djaman pernah menjadi anggota Dewan Daerah Istimewa Kalbar (1947), anggota DPRD peralihan Kabupaten (1956), anggota DPRD Kalbar (1957), Ketua DPR Gotong Rotong Kabupaten Sanggau (1962), anggota MPR RI utusan daerah Provinsi Kalbar (1977-1982).

Wellem mengatakan bahwa beberapa karya dan jasa untuk Kabupaten Sanggau, M Th Djaman merumuskan dan mendorong pemberian nama Parindu yang merupakan penggabungan nama suku-suku Dayak setempat dan meresmikan nama dan kantor kecamatan. 

M Th Djaman juga menginisiasi pemindahan RS dari pinggiran Sungai Sekayam ke lokasi saat ini. Konon, tanah ini dulunya adalah milik gereja yang atas pendekatannya, lahan tersebut lalu digunakan untuk pembangunan rumah sakit, dan pihak gereja menggunakan milik pemerintah. 

Bahkan ada juga tanah milik M Th Djaman yang sekarang menjadi lokasi pemakaman Katholik. “M Th Djaman juga berjasa merekatkan hubungan antara mayarakat Dayak dan Melayu yang berpusat di Keraton Sanggau,” ujar  Wellem. 

Sebab, M Th Djaman adalah keturunan langsung dari Nek Siot atau Ratu Asiah (orang Dayak Lintang Balai Angin) yang diperistri oleh Panembahan Mumammad Kusuma Paku Negara, yang keturunannya kemudian menjadi raja di Keraton Sanggau.

Kemudian di era tahun 1950-1960, lanjut Wellem, M Th Djaman juga berjasa dalam mengkampanyekan hidup sehat di pedalaman Kabupaten Sanggau,  yang masyarakatnya pada saat ini masih berada di rumah-rumah betang. Menginisiasi terbukanya keterisoliran melalui jalan darat seperti menuju Sanjan, Nyandang, Lape, Sungai Sengkuang, Segole, Meliau dan lainnya. 

M Th Djaman juga berperan langsung dalam mencegah terjadinya perpecahan atau gesekan lebih besar lagi pada kerusuhan tahun 1966-1967 di Sanggau. Padahal, kerusuhan tersebut sudah pecah di Kabupaten Pontianak dan Bengkayang.

“Banyak sumber yang menyebutkan, hingga akhir hayatnya, beliau dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan dekat dengan semua elemen masyarakat. Ramah saat jadi PNS hobi bersepeda dari rumah ke kantornya. Sehingga, sampai wafat, beliau tidak sempat membangun rumah pribadi untuk diwariskan kepada anak cucunya,” terang Wellem.

Namun, dengan diabadikannya nama M Th Djaman sebagai nama rumah sakit, maka akan abadi juga nama dan jasa-jasa yang pernah dilakukan oleh putra daerah terbaik Kabupaten Sanggau itu untuk selama-lamanya. (saiful fuad/bah)