Selasa, 17 September 2019


DPRD Klarifikasi Data Cetak Sawah

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 740
DPRD Klarifikasi Data Cetak Sawah

KLARIFIKASI - Ketua DPRD Sanggau, Jumadi (nomor dua dari kanan) didampingi juru bicara penyampaian rekomendasi DPRD atas LKPj Bupati Sanggau Tahun Anggaran 2016, Edy Emilianus dan Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Sanggau, Konggo Tjintalong Tjondro saat mem

Sanggau, SP – Ketua DPRD Kabupaten Sanggau, Jumadi memberikan klarifikasi terkait rekomendasi DPRD Sanggau atas LKPj Bupati Sanggau Tahun Anggaran 2016 yang disampaikan dalam paripurna di aula kantor DPRD Sanggau, Jumat (28/4) lalu.

“Ada kesalahan pengetikan dalam rekomendasi DPRD Sanggau yang tertulis di nomor enam bidang ketahanan pangan, tanaman pangan, hortikultura dan perikanan,” kata Jumadi didampingi jurubicara penyampaian rekomendasi DPRD atas LKPj Bupati Sanggau Tahun Anggaran 2016, Edy Emilianus, Anggota Komisi B DPRD Sanggau, Konggo Tjintalong Tjondro, Sekwan Sanggau, Burhanuddin dan sejumlah staf Sekretariat DPRD Sanggau di ruang Ketua DPRD Sanggau, Rabu (3/5).

Dijelaskan politisi PDI Perjuangan ini, dalam rekomendasi itu tertulis di Kabupaten Sanggau lahan yang sudah tercetak seluas 5.800 hektare, dan yang sudah tertanam baru 430 hektare oleh.

Karenanya, Komisi B berharap kepada Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan Kabupaten Sanggau agar lahan yang belum tertanam tersebut secepatnya difungsikan sebagai lahan pertanian.


“Jadi, perlu diralat yang tertulis dalam rekomendasi tersebut seharusnya ‘yang belum tertanam 430 hektare’. Bukan ‘yang sudah tertanam baru 430 hektare’. Jadi, cetak sawah yang sudah dilaksanakan sesuai kuota yakni 5.800 hektare,” terang Jumadi.  

Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan Kabupaten Sanggau, Jhon Hendri mengatakan, program cetak sawah sudah berjalan sesuai yang direncanakan dan berjalan sukses.


“Beberapa petani sangat merasakan manfaat dari hasil cetak sawah. Bahkan ada yang tidak berladang lagi, dan fokus ke sawah. Saya sudah cek ke kawan-kawan di lapangan, cetak sawah sudah tertanam 100 persen,” tegasnya kepada Suara Pemred, Rabu (3/5).

Menurut Jhon Hendri, Kabupaten Sanggau pada musim tanam 2016 mencapai 69.893 hektare atau 119  persen, terjadi peningkatan 4.316 hektare. Jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Kalbar, Sanggau merupakan Luas Tambah Tanam (LTT) tertinggi di Kalimantan Barat.


“Tentunya kesuksesan Sanggau ini tidak terlepas dari hasil tanam padi swadaya petani dan cetak sawah yang dimulai dari tahun 2015 dan 2016. Kalau dilihat dari data produksi tahun 2016 Sanggau mencapai 231.000 ton gabah, dikaitkan jumlah penduduk Kabupaten Sanggau sudah surplus 90.000 ton beras,” ungkapnya.

Jhon Hendri menambahkan, saat ini pihaknya bersama Dandim 1204 Sanggau sedang melakukan serapan gabah. Seperti di Kecamatan Bonti sebanyak tujuh ton lebih.

“Hari ini (kemarin, red) melakukan serapan gabah di Sei Dangin, Kecamatan Noyan sebanyak 14 ton gabah.  Jadi kita membantah berita di koran yang menyatakan cetak sawah yang tertanam hanya 430 hektare, itu tidak benar. Kalau begitu apa kerjaan saya selama ini dengan Pak Dandim kalau cuma segitu dan tidak masuk akal,” katanya. (jul/bah)