Senin, 16 Desember 2019


Jumadi Minta Hasil Uji Lab Produk Diumumkan

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 1142
Jumadi Minta Hasil Uji Lab Produk Diumumkan

ilustrasi

SANGGAU, SP - Ketua DPRD Kabupaten Sanggau, Jumadi meminta hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan tim Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompinka) di sejumlah pasar di Kota Sanggau pada Selasa (23/5) lalu segera ditindaklanjuti. Pasalnya, ditemukan produk kedaluwarsa dan diduga mengandung zat berbahaya seperti formalin dan borak.

“Temuan itu harus ditindaklanjuti. Pedagang nakal harus diberikan sanksi tegas sesuai dengan aturan yang berlaku. Kita tidak mau masyarakat atau pembeli menjadi korban dari produk-produk tidak layak konsumsi itu,” tegas Jumadi kepada Suara Pemred, Kamis (25/5).


Kader PDI Perjuangan ini meminta kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk segera merilis hasil uji lab terkait produk makanan yang diduga mengandung bahan berbahaya. “Hasil dari uji lab itu tolong segera disampaikan ke masyarakat, ini penting agar masyarakat semakin berhati-hati saat membeli makanan, tidak membeli makanan yang sudah dipastikan tidak layak dikonsumsi,” ujar Jumadi.

Apalagi, tidak lama lagi masyarakat yang beragama Islam melaksanakan puasa. Pemerintah daerah harus hadir untuk melindungi masyarakat agar terhindar dari produk makanan dan minuman yang tidak layak konsumsi. Jumadi juga mengingatkan para pedagang baik di pasar tradisional maupun pasar modern agar berlaku jujur dengan tidak menjual barang-barang tidak layak konsumsi.

“Mari kita jaga bersama hak konsumen atas kenyamanan, keamanan dan keselamatan dalam mengkonsumsi produk makanan dan minuman. Barang yang tidak layak konsumsi seperti kedaluwarsa dan mengandung formalin atau borak jangan dijual,” harap Jumadi.

Biasanya, menjelang puasa dan lebaran, permintaan akan barang-barang kebutuhan pokok  meningkat. Jumadi pun berpesan kepada para pedagang agar tidak mengorbankan orang lain demi mengeruk keuntungan lebih
.
“Jadilah pedagang yang jujur. Jangan jual barang yang memang sudah tidak layak lagi dikonsumsi,” imbuh Jumadi. (jul/bah)