2019, Semua SMP Terapkan K13

Sanggau

Editor Kiwi Dibaca : 598

2019, Semua SMP Terapkan K13
BERIKAN ARAHAN - Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau, Sudarsono saat memberikan arahan pada kegiatan Bimtek Guru Sasaran K13 Jenjang SMP di SMP 1 Sanggau, kemarin.
SANGGAU,  SP - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau menargetkan seluruh SMP di kabupaten itu menerapkan Kurikulum 2013 (K13) pada 2019 mendatang. Dari 135 SMP/MTs yang ada di kabupaten itu, sudah hampir separuh sekolah menerapkan K13.  

“Hingga tahun ini, sudah separuh sekolah jenjang SMP yang menerapkan K13. Target kita, pada tahun 2019 nanti seluruh SMP di Kabupaten Sanggau sudah menerapkannya,” kata Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau, Sudarsono ditemui usai menghadiri bimbingan teknis (bimtek) guru sasaran Kurikulum 2013 (K13) jenjang SMP di SMP 1 Sanggau, Senin (31/7).  

Penyelenggaran Bimtek itu merupakan gawai Lembaga Pengembangan Guru Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kalbar. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau sifatnya memfasilitasi tempat dan membantu penyelenggaraannya dengan melibatkan panitia lokal dan instruktur kabupaten.  

“Ada sekitar 50 guru, diantaranya guru pendidikan agama dan matematika. Bimtek dilaksanakan dari tanggal 26 Juli kemarin dan berakhir hari ini (kemarin, red),” jelas Sudarsono.  

Menurutnya, penerapan K13 ini sangat penting dalam mendorong kreativitas siswa. Karena pada K13 ini siswa dapat mencari pengetahuan di luar kelas atau di lingkungan sekitarnya. Artinya, siswa dituntut untuk lebih sering bertanya, antara siswa dan guru ada rekan belajar sehingga siswa dapat memunculkan kekhasannya masing-masing.  

Kemudian, lanjut Sudarsono, siswa juga dituntut untuk mencari tahu, bukan diberi tahu, dapat menjadikan kemampuan berbahasa sebagai alat komunikasi, pembawa pengetahuan dan berfikir logis, sistematis dan kreatif.  

“Melalui K13 ini diharapkan mendorong kreativitas siswa, karena kreatif merupakan modal yang harus dimiliki siswa agar mampu mengikuti perkembangan serta mencari solusi terhadap persoalan yang dihadapi siswa itu sendiri,” ujarnya.  

Karena itu, melalui penerapan K13 ini, Sudarsono berharap guru mampu mendorong siswa agar bisa lebih baik dalam melakukan observasi, menalar, mendemonstrasikan dan mengkomunikasikan apa yang telah diterimanya selama proses pembejalaran.  

“Kita ingin anak-anak lebih kreatif dan inovatif dalam proses pembelajaran. Seperti mampu dan mengerti melakukan observasi tentang sesuatu, mampu mempresentasikannya kembali dengan versinya masing-masing,” pungkasnya. (jul/bah)

Komentar