Erma Ranik: Seharusnya Fidelis Bebas

Sanggau

Editor Admin Dibaca : 672

Erma Ranik: Seharusnya Fidelis Bebas
DIKUNJUNGI ANAK - Fidelis, terdakwa kepemilikan 39 batang pohon ganja saat dijenguk anaknya. (Net/SP)
SANGGAU, SP - Anggota Komisi III DPR Erma Suryani Ranik merasa kecewa terhadap vonis yang dijatuhkan majelis hakim kepada Fidelis. Menurut dia, Fidelis harusnya dibebaskan dari segala tuduhan, mengingat Fidelis bukanlah pengedar ganja.

"Pertama-tama saya memahami majelis hakim yang memang punya perbedaan pandangan. Ada yang berpendapat keadilan itu yang utama dan ada yang berpendapat kepastian hukum itu yang utama," kata Erma, kemarin.

Telebih, BNN Kabupaten Sanggau juga mengetahui persis bahwa Fidelis menanam ganja untuk mengobati penyakit langka istrinya. BNN tahu Fidelis mengobati istrinya pakai ganja. Dan tidak bermaksud mencampuri kewenangan hakim, dia berpendapat seharusnya Fidelis bebas murni.

"Majelis mengesampingkan tuntutan jaksa dari pasal 112, majelis mengambil pasal 116," ujarnya.

Dalam putusan majelis menyampaikan hakim terbelah. Dua hakim berpendapat bahwa asas keadilan hukum harus diutamakan karena terlihat dari pertimbangan UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Tetapi satu orang Majelis berpendapat bahwa asas kepastian hukum yg harus utama karena itu Fidelis harus dituntut sesuai dengan pasal 116 yakni 5 tahun penjara.

Hasil perundingan majelis memutuskan bahwa Fidelis diputus 8 bulan penjara plus subsider 1 bukan penjara.

"Saya sempat melihat Fidelis nangis usai putusan dibacakan. Saya memeluknya dan menguatkannya. Fidelis menyatakan pikir pikir atas putusan," ungkapnya.(jul/lis)