Selasa, 17 September 2019


Tercatat 749 Kasus Rabies

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 468
Tercatat 749 Kasus Rabies

VAKSIN – Petugas kesehatan sedang melakukan vaksin terhadap anjing peliharaan warga. Vaksin penting untuk mencegah hewan peliharaan terjangkit penyakit rabies.

SANGGAU, SP – Angka kasus rabies di Kabupaten Sanggau cukup tinggi. Hingga Agustus 2017 tercatat 749 kasus. Dibanding bulan lalu, bulan ini meningkat 129 kasus. Lonjakan terjadi di Kecamatan Kembayan dan Sekayam.   Plt Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Sanggau, P Sihotang mengaku ada beberapa hal yang menjadi kendala mereka dalam menekan kasus rabies di daerah itu.  

“Ada hambatan yang kami temui selama ini, mulai dari jumlah petugas yang terbatas, anggaran yang minim dan yang paling utama masih kurangnya partisipasi pemilik hewan peliharaan untuk membawa anjing, kucing, kera pada saat vaksinasi,” katanya, kemarin.

  Akibat hambatan itu, kerja vaksinator kurang efektif dan efisien. Pihaknya berharap bantuan Dewan Adat Dayak (DAD) dan para tokoh adat untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat akan pentingnya memvaksin hewan peliharaannya. Sementara, dukungan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompinka) dan para kepala desa selama ini cukup baik.  
“Pada desa yang partisipasi masyarakat pemilik hewan peliharaan cukup aktif, maka capaian hewan peliharaan yang divaksin juga tinggi. Dan untuk penambahan vaksinator, baru-baru ini sudah diadakan pelatihan kepada 10 orang Babimkamtibmas dan 10 orang pemuda desa,” bebernya.   Menyangkut anggaran, kata Sihotang, mudah-mudahan pada perubahan APBD 2017 ada tambahan anggaran untuk kegiatan tersebut. Sedangkan vaksin yang tersedia cukup dan apabila kurang pihak provinsi siap membantu.  

Ia juga mengklaim bahwa semua kecamatan sudah dilaksanakan vaksinasi, walau belum semua desa.   “Sekarang akan diulangi lagi, dimulai dari kecamatan atau desa yang berbatasan dengan Malaysia, baru lanjut ke kecamatan atau desa yang berbatasan dengan kabupaten, seterusnya sampai tuntas.  

Berbicara pengendalian rabies, tindakannya harus dengan vaksinasi. Suyapa kegiatan itu lebih berhasil, pihaknya melakukan berbagai langkah seperti sosialisasi yang melibatkan forkompinka, DAD Kecamatan, Kepala Desa dan Kepala Wilayah, para Tumenggung dan tokoh masyarakat.  

“Sekaligus membuat kesepakatan bersama untuk penanggulangan rabies. Kita berharap hewan peliharaaan yang liar supaya dieliminasi, seperti yang sudah dilaksanakan di beberapa desa,” katanya.  

Sementara untuk ketersediaan Vaksin Anti Rabies (VAR) cukup aman. Sebelumnya, Dinkes sudah mendapatkan seribu vial dari Jakarta dan masih tersisa sekitar 600 vial setelah didistribusikakan ke kecamatan-kecamatan. (jul/bah)