Senin, 23 September 2019


Polemik Pembebasan Lahan di Entikong

Editor:

Kiwi

    |     Pembaca: 1008
Polemik Pembebasan Lahan di Entikong

PELEBARAN - Satu di antara proyek pelebaran jalan di wilayah Entikong, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat

Sanggau, SP – Bupati Sanggau, Paolus Hadi menargetkan proses pembebasan lahan untuk proyek pelebaran jalan nasional di Kecamatan Entikong, rampung akhir Desember 2017.  

Saat ini, proses pembebasan lahan masih terkendala penolakan dari puluhan warga yang terdampak proyek tersebut.   “BPN dengan tim masih bekerja. Saya berharap pembebasan lahan di Dusun Benua, Desa Entikong, Kecamatan Entikong sepanjang 5 kilo meter rampung akhir Desember 2017,” kata Bupati ditemui wartawan usai memimpin rapat dengan instansi terkait di lantai I Kantor Bupati Sanggau, kemarin.  

Sebagai kepala daerah yang diberi tugas memperlancar intruksi presiden tersebut, PH, sapaan akrab Paolus Hadi berharap akhir Desember persoalan pembebasan lahan sudah clear, khusus untuk 5 kilo meter pertama.  

“Tadi sudah dilaporkan Satker bahwa masih ada kendala terkait belum cocoknya masalah luasan pembebasan lahan, karena ada sebagian masyarakat yang ingin lahannya diambil semua rumahnya karena tidak sudah tidak bisa dipakai, tapi ini belum ada keputusan,” jelas Bupati.  

Menyikapi persoalan tersebut, PH berjanji akan segera menyampaikannya kepada Gubernur sebagai ketua tim.   “Harapan saya mudah-mudahan ini semua berjalan lancar, tidak ada masalah. Dan tahap pertama ini saya berharap tuntas semua karena masih ada lokasi lain yang juga akan dibebaskan,” ucapnya.  

Mengenai sejumlah aset daerah seperti kantor Camat, Kantor Desa, sekolah dan PDAM yang terkena dampak pelebaran jalan, Bupati mengatakan, pemerintah daerah sudah menyiapkan lahan untuk memindahkan lokasi tersebut.  

“Kami akan mengusulkan ke kementerian yang bersangkutan, misalnya kantor desa, sekolah, mudah-mudahanlah ini bisa jadi perhatian juga. Namun persoalannya DAU dari pemerintah pusat sudah berkurang. Harapan saya ada penambahan DAU dari pemerintah pusat,” harap Bupati.

Sebelumnya, Kepala Desa Entikong, Kecamatan Entikong, Raden Nurdin mengatakan, pembebasan lahan untuk proyek pembangunan dan pelebaran jalan nasional pendukung Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat untuk Desa Entikong memasuki tahap verifikasi. Disinggung tentang besaran nilai ganti rugi lahan yang terdampak pembangunan dan pelebaran jalan nasional itu, Raden Nurdin mengatakan belum ditentukan.

 Pasalnya, proses penilaian aset warga belum dapat dilakukan jika belum ada penetapan hasil ukur. “Jadi adanya kabar yang mengatakan bangunan lama akan dibayar alakadarnya, saya tegaskan itu tidak benar. Saya minta warga tidak menyerap mentah-mentah informasi dari sumber yang tidak jelas, karena Tim Pelaksana sedang bekerja. Kalau ada yang tidak jelas silahkan ke Kantor Desa Entikong,” tandasnya.

Jalan nasional pendukung PLBN Entikong dibangun sepanjang 42 kilometer dari titik nol perbatasan Entikong dengan Tebedu, Malaysia hingga ke Kecamatan Kembayan. Tahun ini pembebasan aset warga yang terdampak pembangunan jalan nasional diprioritaskan terhadap 597 objek terdiri atas tanah dan bangunan yang berada di Desa Entikong, Kecamatan Entikong. Sementara pembebasan lahan warga di desa dan kecamatan lainnya, dilakukan setelah tahun ini. (jul/bob)