Sabtu, 21 September 2019


Kejari Sanggau Luncurkan Aplikasi e-TP4D

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 392
Kejari Sanggau Luncurkan Aplikasi e-TP4D

LUNCURKAN - Kejari Sanggau saat melakukan soft launching aplikasi e-TP4D di Aula Kejari Sanggau, Kamis (14/12). (SP/Julianus)

Mengawasi Program Pemerintah dengan Lebih Mudah


Kejaksaan Negeri (Kejari) Sanggau memperkenalkan aplikasi e-TP4D atau aplikasi Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah elektronik. Program inovasi itu mulai diuji coba pada sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang sudah melakukan kerjasama dengan kejaksaan.

SP - Kepala Kejari Sanggau, Danang Suryo Wibowo mengatakan, aplikasi ini akan di-launching atau mulai diterapkan tahun 2018 mendatang. 

“Di Indonesia sudah ada beberapa, di Ketapang pernah mengusulkan. Tapi saya tidak tahu kelanjutannya,” kata Danang, usai peluncuran awal aplikasi tersebut di Aula Kejari Sanggau, Kamis (14/12).

“Tapi di sini kita coba soft launching sebuah sistem dimana nanti berkolaborasi dengan pemerintah daerah, yang memanfaatkan sistem e-TP4D ini,” timpalnya.

E-TP4D ini merupakan pola pendampingan dan pengendalian TP4D berbasis IT terhadap setiap tahapan kegiatan atau proyek pemerintah di Kabupaten Sanggau. Dijelaskan Danang, semua proyek yang minta didampingi itu akan diunggah melalui sistem ini. Tidak perlu lagi manual, harus bawa kontrak dan dokumen proyek. Nanti begitu ada pelaksanaan kegiatan, difoto langsung diunggah.

“Jadi kita mengawasinya pun sangat mudah nantinya. Itulah kami kumpulkan dulu untuk saling koordinasi,” tuturnya.

Pertama, pilot project-nya di Dinas Kesehatan, Disperindagkop dan Dinas Bina Marga. Masing-masing satu atau dua kegiatan. Dan untuk pplikasi ini bisa diunduh di Playstore,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Jones Siagian mengatakan, aplikasi e-TP4D itu sangat membantu dan membuat kerja sama pendampingan dan pengendalian menjadi lebih mudah. 

Namun, terkadang yang menjadi persoalan adalah koneksi atau jaringan internet. “Lebih mudah, sambil tidur pun bisa unggah. Tadi sudah simulasi, kita coba langsung. Walaupun kadang-kadang yang menjadi persoalan masalah jaringan. Sehingga terjadi trayer dan error,” kata Jones.

Ini artinya bagaimana aplikasi itu dapat bekerja secara normal kesiapan vendor sangat penting. “Karena kan ketika kita mau unggah dengan sekian banyak dokumen yang kapasitasnya tidak memadai, pasti stag atau terjadi error. Tapi yang pasti, e-TP4D ini membuat kita jadi sangat mudah,” ucap Jones.

Pihaknya, akan mengirim admin ke kejaksaan untuk melakukan training cara menggunakan aplikasi e-TP4D. Untuk pemegang password, yang pasti ada di kejaksaan. 

“Masing-masing OPD pemenang password-nya ya kepala dinas dan admin. Yang masukkan dokumen itu PPK, kalau PPK bisa merangkap seperti admin gak apa-apa juga. Tapi kalau dia kadang-kadang gaptek, mau tidak mau dia harus pakai admin, orang yang paham tentang IT,” pungkas Jones. (julianus/ang)