Jelang Pilkada Serentak 2018, Sekda Ingatkan ASN Jaga Netralitas

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 340

Jelang Pilkada Serentak 2018, Sekda Ingatkan ASN Jaga Netralitas
Ilustrasi Pemungutan Suara
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sanggau, AL Leysandri mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) menjaga netralitas dalam Pilkada Serentak 2018. Seperti diketahui, Kabupaten Sanggau termasuk salah satu kabupaten yang akan menggelar pesta demokrasi. 

SP - “Pilkada merupakan ajang kompetisi yang diatur dalam Undang-Undang. Saya berharap agar Pemilu nanti berlangsung baik dan ASN wajib netral,” tegas Leysandri, Rabu (10/1).

ASN, kata Leysandri, harus punya integritas, netralitas, profesional, bebas dari KKN dan tidak berafiliasi dengan calon maupun partai politik manapun di Pilkada. 

“Mudah-mudahan kita bisa wujudkan ini semua. Oleh karena itu, saya sering ingatkan kepada seluruh ASN untuk menjaga netralitasnya,” ujar Leysandri.

Selain itu, Leysandri juga mengingatkan ASN agar bijak menggunakan media sosial, jangan sampai terkesan berpihak kepada salah satu calon. 

“ASN harus memposisikan diri dengan tepat, tidak boleh berpihak,” kata Leysandri. 

Sebagai ASN, lanjut Leysandri, juga harus bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat agar senantiasa menjaga dan memelihara keharmonisan dalam kehidupan sosial. 

“Di sinilah peran dan fungsi seorang aparatur sipil negara dalam pesta demokrasi sesungguhnya,” ucap Leysandri.

Netralitas ASN dalam Pilkada juga diingatkan anggota DPRD Kabupaten Sanggau, Yulianto. Politisi Partai Hanura ini mengatakan, pesta demokrasi ini milik masyarakat Sanggau, harus dijaga bersama agar berjalan aman, lancar dan damai. 

“Netralitas ASN sangat penting karena akan menjadi contoh di masyarakat. Demokrasi ini mesti dikawal bersama-sama agar pembangunan Kabupaten Sanggau tetap dapat berjalan maksimal untuk kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan,” ucapnya.

ASN, kata Yulianto, adalah orang-orang terpelajar dan terdidik dengan baik. Jadi sewajarnya bersikap benar dan tidak melanggar aturan dan norma-norma yang berlaku. Dalam konteks pemilihan, mereka selayaknya profesional dalam menjalankan tugas negara. 

“Hal semacam ini yang menurut saya penting. Sikap netralitas dan profesional harus dikedepankan meskipun misalnya ada pasangan petahana,” tegasnya.

Soal keamanan, Yulianto yakin Polri dan TNI mampu melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik dalam upaya menciptakan kondisi aman di Kabupaten Sanggau, baik selama proses Pilkada maupun pasca Pilkada.

Untuk diketahui, hanya ada dua pasangan calon yang mendaftar ke KPU Kabupaten Sanggau hingga hari terakhir pendaftaran. Pertama, pasangan petahana, Paolus Hadi-Yohanes Ontot yang diusung dan didukung sembilan partai politik. Kedua, pasangan Yansen Akun Effendy-Fransiskus Ason yang didukung dua partai politik.

Pengamanan Rp7,7 Miliar


Berdasarkan data Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Sanggau, besaran nilai anggaran dalam bentuk hibah untuk pengamanan Pilkada Sanggau 2018 mencapai Rp7,7 miliar. Dengan rincian Polres Sanggau sebesar Rp5.892.376.325 dan Kodim 1204 Sanggau senilai Rp1.998.020.000.

Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) itu sendiri langsung dilakukan Bupati Sanggau, Paolus Hadi dengan Polres Sanggau dan Kodim 1204 Sanggau pada Selasa (9/1).

Penandatanganan NPHD itu berkaitan dengan dana untuk pengamanan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sanggau 2018 yang saat ini telah masuk dalam tahapan pendaftaran pasangan calon (Paslon) jalur partai politik di KPU Sanggau.

Acara yang dipusatkan di Ruang Rapat Lantai I Kantor Bupati Sanggau itu dihadiri langsung oleh Kapolres Sanggau, AKBP Rachmat Kurniawan dan Dandim 1204 Sanggau, Letkol Inf. Herry Purwanto. (julianus ratno/bah)