Wabup Resmikan Gereja Santo Paulus Sungai Daun

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 294

Wabup Resmikan Gereja Santo Paulus Sungai Daun
BERKATI GEREJA - Uskup Sanggau, Mrg Julius Mencuccini, CP didampingi Wabup Sanggau, Yohanes Ontot memberkati Gereja Santo Paulus Stasi Sungai Daun, Dusun Sungai Daun, Desa Malenggang, Kecamatan Sekayam, Minggu (14/1). (SP)
SANGGAU, SP – Ribuan umat Katolik dari berbagai dusun di Malenggang hadir menyaksikan peresmian dan pemberkatan Gereja Santo Paulus Stasi Sungai Daun, Dusun Sungai Daun, Desa Malenggang, Kecamatan Sekayam, Minggu (14/1).

Peresmian gereja tersebut dilakukan langsung Wakil Bupati (Wabup) Sanggau, Yohanes Ontot. Sementara pemberkatan gereja dilakukan Uskup Sanggau, Mrg Julius Mencuccini CP.

“Kita bersyukur kepada Tuhan karena dalam menapaki tahun 2018 telah diresmikan gereja yang pertama untuk tahun ini di Dusun Sungai Daun,” ucap orang nomor dua di Kabupaten Sanggau ini saat memberikan sambutannya.

Pemerintah daerah, kata Ontot, setiap tahun mengalokasikan anggaran pembangunan tempat ibadah. Baik bantuan pembangunan gereja Katolik, Protestan, masjid serta bangunan ibadah agama lainnya.

“Jadi, saya minta kepada masyarakat agar menjaga dengan baik bangunan gereja yang telah diresmikan dan diberkati. Dimanfaatkan dengan baik oleh umat, terutama setiap hari Minggu umat selalu rajin dan giat berdoa di gereja ini, sehingga iman umat semakin hari semakin bertumbuh pula,” kata Ontot. 

Sementara Julius mengatakan, hadirnya gedung gereja baru ini menunjukkan bukti iman umat kepada sang penciptanya dan juga merupakan bukti kekompakan umat itu sendiri dalam semangat kebersamaan, telah mendirikan rumah doa yakni gereja yang merupakan salah satu sarana untuk berkomunikasi antar umat dengan sang penciptanya.

Selanjutnya seluruh umat yang hadir, terutama bagi umat yang menerima sakramen krisma, Julius berpesan agar menjadi batu-batu hidup yakni sebagai pelaku firman dalam memberitakan kabar baik tentang keselamatan di tengah kehidupan bersama.

“Di samping itu, hiduplah menurut roh, maka kamu tidak akan menuruti keinginan daging. Sebab keinginan daging berlawanan dengan keinginan roh dan keinginan roh berlawanan dengan keinginan daging,” kata Julius.

Disebutkan bahwa buah-buah roh ialah kasih, suka cita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri. 

“Barangsiapa menjadi milik Kristus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu duniawi dan keinginannya. Jikalau kita hidup oleh roh, maka hidup kita juga dipimpin oleh roh,” ucap Julius. (jul/bah)