Badan Amil Zakat Nasional Sanggau Salurkan Dana

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 261

Badan Amil Zakat Nasional Sanggau Salurkan Dana
SERAHKAN SANTUNAN - Ketua Baznas Sanggau, H Sjamsul Chaidir menyerahkan santunan kepada guru TPA dan TPQ di Aula Baznas setempat, Rabu (24/1). (SP/Ratno)

58 Guru TPA dan TPQ Terima Santunan


Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sanggau menyalurkan dana yang diperoleh dari muzakki berupa santunan kepada 58 guru TPA dan TPQ di Aula Baznas Sanggau, Jalan H Abbas, Kelurahan Ilir Kota, Rabu (24/1). 

SP - Muzakki adalah orang yang dikenai kewajiban zakat atas kepemilikan harta. Ketua Baznas Sanggau, H Sjamsul Chaidir menyampaikan, masing-masing penerima santunan mendapat Rp600 ribu. 

“Baznas sebagai jaring pengaman sosial karena menggulirkan bantuan tunai kepada yang membutuhkan atau kalangan fakir miskin. Biaya berupa bantuan, biaya berobat keluarga miskin dan bantuan pada lembaga sosial seperti panti asuhan, TPA dan yayasan,” katanya.

Keberadaan Baznas juga turut membangun sumber daya manusia di Bumi Daranante yakni memberikan bantuan beasiswa kepada keluarga miskin dari SD sampai perguruan tinggi. Termasuk juga membangun dan menggerakkan perekonomian dengan memberikan bantuan usaha kepada pedagang dan PKL serta bedah rumah dari tidak layak menjadi layak huni. 

Ke depan, lanjut Sjamsul, akan dibentuk kawan Zakat Community Depelopment (ZCD) pembangunan ekonomi berbasis komunitas, mewujudkan kawasan yang produktif dan berdaya saing dengan mengelola peternakan, perikanan, perkebunan dan wirausaha.

Sebelumnya, Baznas telah menyalurkan dana sebesar Rp34,8 juta untuk fisabilillah, petugas fardhu kifayah dan guru TPA - TPQ. 

“Baznas berterimakasih atas dukungan dari Pemda Sanggau karena mendukung kinerja dan memberikan sarana operasional seperti gedung dan kendaraan,” ucap Sjamsul.

Sementara itu, Asisten III Setda Sanggau, H Joni Irwanto mengaku bersyukur atas diselenggarakannya kegiatan tersebut. Ia pun mendorong pihak Baznas untuk mulai mengembangkan sistem berbasis teknologi guna membantu dalam hal pengelolaan zakat daerah.

“Sama seperti aplikasi lainnya, pasti akan memberi kemudahan. Bisa jadi nanti bayar zakat sudah melalui aplikasi di telepon seluler. Sekarang teknologi sudah semakin canggih,” pungkasnya. (julianus ratno/bah)