Beras Sejahtera Dibagikan Gratis, Jumlah Penerima 10.645 KK di Sanggau

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 336

Beras Sejahtera Dibagikan Gratis, Jumlah Penerima 10.645 KK di Sanggau
SOSIALISASI - Sosialisasi Program Bantuan Sosial Beras Sejahtera Kabupaten Sanggau Tahun 2018 yang digelar di Aula Lantai 1 Kantor Bupati Sanggau, baru-baru ini.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sanggau, H Roni Fauzan
“Bantuan yang diberikan ini dalam bentuk beras dan disalurkan kepada keluarga penerima manfaat setiap bulan tanpa adanya harga atau biaya tebusan, alias gratis”

SANGGAU , SP – Pemerintah telah mengubah status program beras sejahtera (rastra) dari beras subsidi menjadi program bantuan sosial (bansos). Artinya, beras tersebut akan disalurkan kepada penerima manfaat secara cuma-cuma.

"Bantuan yang diberikan ini dalam bentuk beras dan disalurkan kepada keluarga penerima manfaat setiap bulan tanpa adanya harga atau biaya tebusan, alias gratis," kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sanggau, H Roni Fauzan saat membuka sosialisasi Program Bantuan Sosial Beras Sejahtera Kabupaten Sanggau Tahun 2018 di Aula Lantai 1 Kantor Bupati Sanggau, baru-baru ini.

Program rastra ini, kata dia, selain untuk mengurangi beban pengeluaran keluarga penerima manfaat melalui pemberian bantuan sosial berupa beras berkualitas medium 10 kg, juga untuk meningkatkan ketahanan pangan, sekaligus sebagai mekanisme perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan, sebagai pasar bagi hasil usaha tani padi dan membantu pertumbuhan ekonomi di daerah.

Mengenai pengganti keluarga penerima manfaat dari daftar penerima manfaat bantuan sosial rastra, dijelaskan Roni, dapat dilakukan apabila terdapat keluarga penerima manfaat pindah alamat keluar desa, keluarga penerima manfaat yang seluruh anggota keluarganya sudah meninggal, keluarga penerima manfaat yang tercatat ganda dan keluarga penerima manfaat menolak bantuan sosial rastra atau mengundurkan diri sebagai keluarga penerima manfaat.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan beberapa tantangan dalam penyaluran rastra. Seperti kondisi transportasi Sanggau relatif sulit, baik melalui jalur darat dan sungai. Kondisi ini berimplikasi pada biaya ongkos angkut yang harus tersedia cukup besar.

“Dan ini salah satu kewajiban pemerintah terhadap rakyatnya dalam membiayai dan mencukupi akan kebutuhan dan ketersediaan pangan, juga keberhasilan program rastra sangat tergantung pada komitmen dan keberpihakan semua pihak demi membantu masyarakat, khususnya keluarga penerima manfaat," ujar Roni.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Sanggau, Yohanes Supriyanto menambahkan, tahun 2018 merupakan awal peralihan yang semula berupa pola subsidi menjadi pola bantuan sosial. Dalam pelaksanaan penyaluran, Perum Bulog mendapat tugas untuk mendistribusikan bantuan sosial rastra hingga titik distribusi.

Kemudian, kata dia, pemerintah daerah bertanggung jawab dalam pendistribusian ke titik bagi. Diharapkan, penyaluran bantuan sosial rastra secara rutin setiap tanggal 25 setiap bulannya. Kecuali pada wilayah tertentu yang membutuhkan perlakuan khusus, karena faktor geografis, transportasi dan keterbatasan sarana lainnya.

“Perlu kita ketahui, bantuan sosial rastra ini merupakan hak masyarakat miskin yang diberikan dan ditetapkan pemerintah daerah dalam rangka membantu mencukupi sebagian kebutuhan pangan pokok dalam bentuk beras. Untuk Kabupaten Sanggau keluarga penerima rastra ini sebanyak 10.645 KK (kepala keluarga), tidak ada perubahan dari tahun lalu," terang Supriyanto.

Hadir dalam sosialisasi itu Kepala Bappeda Kabupaten Sanggau, Kukuh Triyatmaka, perwakilan Perum Bulog Sanggau, camat se-Kabupaten Sanggau dan lurah se-Kecamatan  Kapuas.

Harus Tepat Sasaran

LSM Citra Hanura Kabupaten Sanggau, Abdul Rahim meminta data keluarga penerimaan manfaat program rastra diperbarui secara berkala dan dikelola dengan baik. Hal itu penting dilakukan agar program pemerintah pusat itu tepat sasaran.

"Perlu dilakukan evaluasi dan pendataan  validasi penerima manfaat program tersebut. Langkah itu penting dilakukan untuk memastikan program tersebut sampai pada tangan yang benar, tepat sasaran," ujarnya.

Data valid keluarga penerima rastra, lanjut Rahim, akan menunjukkan keberhasilan program pemerintah tersebut. Ketika data tidak akurat, akan menyebabkan sebagian warga yang sebenarnya berhak atas program itu merasa pemerintah pilih kasih.

"Jangan sampai ada kepala keluarga yang harusnya menerima rastra, namun tidak menerima karena kekeliruan data atau ada penyebab lainnya. Ini jangan sampai terjadi, masyarakat miskin punya hak atas rastra tersebut," katanya.

Terkait kendala pendistribusian akibat kondisi geografis dan sebagainya, menurut Rahim, menjadi tanggung jawab pemerintah daerah untuk mencarikan solusinya.
"Harus segera dicarikan solusinya agar penyerapan rastra di Kabupaten Sanggau berjalan baik," kata Rahim. (jul/bah)