Rastra Gratis hanya 10 Kilogram, Tahun Ini Jumah Keluarga Penerima Manfaat 10.645 KK

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 235

Rastra Gratis hanya 10 Kilogram, Tahun Ini Jumah Keluarga Penerima Manfaat 10.645 KK
BERAS - Petugas sedang menata karung-karus beras bulog. Tahun ini jumlah keluarga penerima manfaat beras sejahtera (rastra) di Kabupaten Sanggau yakni 10.645 kepala keluarga. (Ist)
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Sanggau, Yohanes Supriyanto
“Perlu kita ketahui, bantuan sosial rastra ini merupakan hak masyarakat miskin yang diberikan dan ditetapkan pemerintah daerah dalam rangka membantu mencukupi sebagian kebutuhan pangan pokok dalam bentuk beras” 

SANGGAU, SP - Mulai tahun ini, beras sejahtera (rastra) berubah status dari beras subsidi menjadi program bantuan sosial (bansos). Bukan hanya diberikan gratis, jumlah beras yang diterima juga berkurang.

“Kalau tahun lalu, beras disubsidi. Keluarga penerima manfaat masih dibebankan biaya tebusan. Tapi untuk tahun ini tidak lagi, tidak ada tebusan. Berasnya diberikan cuma-cuma, tetapi jumlahnya berkurang, dari 15 kilogram menjadi 10 kilogram,” kata Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Sanggau, Yohanes Supriyanto, Minggu (1/4).

Untuk jumlah keluarga penerima manfaat program rastra tersebut, menurut dia, tidak ada perubahan. 

“Tahun 2017 dan tahun ini jumlah keluarga penerima manfaat sama. Yakni 10.645 KK,” jelas Supriyanto.

Ia menambahkan, dalam pelaksanaan penyalurannya, Perum Bulog mendapat tugas untuk mendistribusikan bantuan sosial rastra hingga titik distribusi dan pemerintah daerah bertanggung jawab dalam pendistribusian ke titik bagi. 

Supriyanto berharap, penyaluran bantuan sosial rastra ini dapat dilakukan secara rutin setiap tanggal 25 setiap bulannya. Kecuali pada wilayah tertentu yang membutuhkan perlakuan khusus, karena faktor geografis, transportasi dan keterbatasan sarana lainnya.

“Perlu kita ketahui, bantuan sosial rastra ini merupakan hak masyarakat miskin yang diberikan dan ditetapkan pemerintah daerah dalam rangka membantu mencukupi sebagian kebutuhan pangan pokok dalam bentuk beras,” katanya.

Perbarui Data Secara Berkala


Sebelumnya, LSM Citra Hanura Kabupaten Sanggau, Abdul Rahim meminta data keluarga penerimaan manfaat program rastra diperbarui secara berkala dan dikelola dengan baik. Hal itu penting dilakukan agar program pemerintah pusat itu tepat sasaran.

“Perlu dilakukan evaluasi dan pendataan  validasi penerima manfaat program tersebut. Langkah itu penting dilakukan untuk memastikan program tersebut sampai pada tangan yang benar, tepat sasaran,” ujarnya.

Data valid keluarga penerima rastra, lanjut Rahim, akan menunjukkan keberhasilan program pemerintah tersebut. Ketika data tidak akurat, akan menyebabkan sebagian warga yang sebenarnya berhak atas program itu merasa pemerintah pilih kasih. 

“Jangan sampai ada kepala keluarga yang harusnya menerima rastra, namun tidak menerima karena kekeliruan data atau ada penyebab lainnya. Ini jangan sampai terjadi, masyarakat miskin punya hak atas rastra tersebut,” katanya.

Terkait kendala pendistribusian akibat kondisi geografis dan sebagainya, menurut Rahim, menjadi tanggung jawab pemerintah daerah untuk mencarikan solusinya. 

“Harus segera dicarikan solusinya agar penyerapan rastra di Kabupaten Sanggau berjalan baik,” pungkas Rahim. (jul/ind)