Deportasi TKI Bermasalah, Terbanyak Asal Kalbar

Sanggau

Editor K Balasa Dibaca : 409

Deportasi TKI Bermasalah, Terbanyak Asal Kalbar
Deportasi TKIB. (SP/Julianus)
ENTIKONG, SP - Pemerintah Malaysia kembali memulangkan TKI bermasalah yang bekerja di negaranya melalui PLBN Terpadu Entikong, Jumat (27/4). 

Mereka diangkut menggunakan truk dan dikawal pihak Imigresen Semuja Malaysia dan KJRI Kuching.

“TKI bermasalah yang dideportasi berjumlah 41 orang dari Depot Imigresen Semuja, Sarawak Malaysia dan tujuh orang dari KJRI Kuching. Totalnya 48 orang, 40 laki-laki dan delapan perempuan,” kata Wakapolsek Entikong, Iptu Eeng Suwenda.

TKI bermasalah itu berasal dari sejumlah provinsi, yakni 23 orang dari Kalbar, dua orang dari Jateng, enam orang dari Jatim, delapan orang dari Jabar, satu orang dari Kaltim, tiga orang dari Sulsel, tiga orang dari DKI Jakarta, satu orang dari NTT dan satu orang dari NTB.

Setibanya di PLBN Entikong mereka diperiksa petugas Imigrasi Entikong dan Karantina Kesehatan Entikong. Selanjutnya dilakukan pendataan oleh Petugas P4TKI Entikong dan Polsek Entikong di Kantor ULKI Entikong.

“Dari hasil screning ditemukan beberapa permasalahan yang dialami TKI bermasalah itu. Yakni pekerjaan dan gaji tidak sesuai, tidak memegang paspor dan tidak punya visa atau permit kerja. Penelitian hasil screning untuk mencari indikasi korban perdagangan orang sebagai upaya mengusut agen TKI Ilegal dan jaringannya,” jelas Wakapolsek.

Setelah dilakukan proses screning, sekitar pukul 17.30 WIB, sebanyak 45 orang diberangkatkan menuju kantor Depsos Pontianak, dan tiga orang dijemput keluarganya. “Seluruh TKI bermasalah dipulangkan ke daerah asal dan menandatangani surat pernyataan tidak kembali ke Malaysia tanpa dokumen lengkap,” kata Eeng.

Wakapolsek menambahkan, perlu dilakukan pengecekan dan pemeriksaan lebih ketat terhadap para calon TKI yang akan masuk ke Malaysia melalui PLBN Terpadu Entikong serta sosialisasi kepada masyarakat hingga lapisan bawah. Tentang prosedur menjadi Pekerja Migran Indonesia yang resmi, sehingga masyarakat mengetahui dokumen apa saja yang perlu dibawa atau dilengkapi apabila akan bekerja ke luar negeri. (jul)