Pemkab Sanggau Diminta Rutin Sidak Pasar, shock therapy Bagi Spekulan

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 395

Pemkab Sanggau Diminta Rutin Sidak Pasar, shock therapy Bagi Spekulan
ilustrasi. (Net)
Wakil Ketua DPRD Sanggau, Hendrikus Bambang
"Menjelang puasa kita minta dinas terkait rutin melakukan sidak untuk mengecek stok dan harga kebutuhan pokok. Karena dengan sidak, akan memberikan shock therapy bagi para spekulen yang mencoba memanfaatkan permintaan tinggi untuk menaikan harga secara tidak wajar."

SANGGAU, SP - Wakil Ketua DPRD Sanggau, Hendrikus Bambang mendorong pemerintah daerah melalui dinas terkait rutin melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke sejumlah pasar menjelang Ramadan tahun ini. Ia berharap, sidak juga dilakukan di kecamatan-kecamatan.

“Menjelang puasa kita minta dinas terkait rutin melakukan sidak untuk mengecek stok dan harga kebutuhan pokok. Karena dengan sidak, akan memberikan shock therapy bagi para spekulen yang mencoba memanfaatkan permintaan tinggi untuk menaikan harga secara tidak wajar,” katanya, Kamis (10/5).

Selain untuk memastikan stok aman serta harga sembako tetap stabil, menurut dia, sidak itu juga penting dilakukan untuk memastikan barang-barang yang dijual pedagang layak untuk dikonsumsi. Apalagi dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, masih ditemukan barang kadaluarsa yang dijual pedagang. 

Tidak hanya produk kemasan, lanjut Bambang, daging serta ikan juga harus diawasi. Jangan sampai daging maupun ikan serta makanan lainnya yang  beredar di pasaran tidak layak konsumsi. 

“Kita tidak ingin pedagang menjual makanan bercampur bahan-bahan kimia, borak misalnya. Jadi keamanan konsumen harus diperhatikan, jangan biarkan masyarakat mengkonsumsi makanan yang membahayakan kesehatan,” ujarnya.

Ia juga berharap, pemerintah daerah lebih berani menindak tegas para pedagang nakal yang sampai saat ini masih menjadi baying menakutkan bagi masyarakat. 

“Dinas terkait pasti punya data dari hasil temuan kegiatan sidak yang sudah dilaksanakan sebelum-sebelumnya. Kalau ditemukan lagi pedagang yang sama, berikan tindakan tegas. Karena hal itu menujukkan pedagang tersebut tidak patuh,” tegas Bambang.

Ia juga berharap, kegiatan operasi pasar terus dilakukan pemerintah daerah sebagai upaya meringankan beban masyarakat yang tengah melaksanakan hari raya. 

“Kita sangat mendukung operasi pasar terus dilakukan pemerintah daerah serta dilaksanakan secara berkeadilan,” tuturnya.

Terpisah, Wakil Ketua Jaringan Pendamping Kebijakan dan Pembangunan (JPKP) Kabupaten Sanggau Heriyanto mengingatkan pelaku usaha untuk tidak bermain curang. 

“Jangan lakukan penimbunan, jangan menjual barang dengan harga semaunnya serta jangan menjual barang-barang yang sudah tidak layak konsumsi,” ujarnya.

Kepada masyarakat, Heriyanto meminta agar teliti dan berhati-hati saat membeli produk makanan dan minuman. Periksa kemasan sebelum membeli, begitu juga dengan daging dan ikan kenali ciri-ciri daging akan ikan yang masih segar.

“Kalau membeli produk kemasan, teliti. Lihal label kadaluarsanya. Pastikan kemasan juga tidak rusak. Dan kita juga minta dinas terkait melakukan sosialisasi bagaimana cara membedakan daging atau ikan atau bahan makanan lainnya masih layak dikonsumsi,” pungkasnya.

Waspadai Kenaikan Harga 

Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Barat, H. Suriansyah meminta kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk mewaspadai kenaikan harga barang menjelang Ramadan, terutama kebutuhan pokok yang umum terjadi setiap tahunnya.

"Kenaikan harga biasanya dipicu oleh terjadinya lonjakan permintaan atau lonjakan kebutuhan masyarakat akibat uforia dalam menyambut perayaan bulan suci ramadhan, yang kedua memang adanya spekulasi dari pedagang yang mempermainkan ketersediaan,” kata Suriansyah. 

Untuk itulah ia menyarankan kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, dengan kekuatan yang ada pemerintah harus pro aktif melakukan tindakan nyata utamanya dengan melakukan operasi pasar terhadap daerah-deerah dengan masyarakat berpenghasilan rendah

“Ada beberapa tempat yang memang memerlukannya, antara lain di daerah-daerah masyarakat berpenghasilan rendah yang rentan terhadap lonjakan lonjakan harga. Nah apabila itu dilakukan, kami yakin lonjakan harga ini menjadi terkendali,” katanya (nak/jek)