BPBD Sanggau Bentuk Pokmas Peduli Bencana, Relawan Harus Siap Secara Fisik Maupun Psikis

Sanggau

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 255

BPBD Sanggau Bentuk Pokmas Peduli Bencana, Relawan Harus Siap Secara Fisik Maupun Psikis
KENAKAN TOPI - Staf Ahli Bupati Sanggau Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Ignatius Irianto mengenakan topi kepada perwakilan Pokmas Peduli Bencana di Hotel Safira, Rabu (18/7). (SP/Ratno)
Staf Ahli Bupati Sanggau, Ignatius Irianto
"Para relawan peduli bencana harus selalu siap secara fisik maupun psikis, agar terbentuk relawan yang mandiri, cerdas, tangguh dan paham terhadap berbagai hal yang berkaitan dengan pencegahan dan penanggulangan bencana."

SANGGAU, SP - Peran pemerintah sebagai ujung tombak penanganan bencana sangat dibutuhkan dalam menyebarluaskan pengetahuan mengenai bencana, yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat agar berperan aktif.  Demikian disampaikan Staf Ahli Bupati Sanggau Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Ignatius Irianto saat membacakan sambutan Bupati Sanggau pada acara pembukaan Fasilatasi Pembentukan dan Pemahaman Kelompok Masyarakat (Pokmas) Peduli Bencana.

Acara fasilitasi yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sanggau itu digelar selama tiga hari, 17-20 Juli 2018. Hadir Kepala BPBD Provinsi Kalbar, T.T.A Nyarong, Kepala BPBD Kabupaten Sanggau, Vicky L Putra, Kasi Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sanggau, Hendra Pahlevi dan Ketua Tim Outbond Bumi Khatulistiwa Kalbar, Garbo Wahyu Garindra.

“Para relawan peduli bencana harus selalu siap secara fisik maupun psikis, agar terbentuk relawan yang mandiri, cerdas, tangguh dan paham terhadap berbagai hal yang berkaitan dengan pencegahan dan penanggulangan bencana,” ujar Ignatius di Hotel Safira, Rabu (18/7).

Oleh karena itu, menurutnya, para relawan perlu dibekali pelatihan kebencanaan secara terpadu sehingga masyarakat siap dengan segala efek dari bencana yang akan terjadi dan telah terjadi

“Kita menyadari bencana alam akan membawa dampak buruk bagi mahluk hidup dan kerugian, baik secara material maupun psikologis yang bisa menyebabkan traumatik. Oleh sebab itu, pembentukan Relawan Pokmas Peduli Bencana ini penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran dalam diri masyarakat dalam menghadapi bencana,” kata Ignatius.

Kepala Pelaksnaa  BPBD Kabupaten Sanggau, Vicky L Putra mengatakan, ada tiga desa di Kecamatan Jangkang yang dilibatkan dalam acara fasilitasi tersebut, yakni Desa Balai Sebut, Desa Sape dan Desa Ketori dengan jumlah peserta sebanyak 40 orang. 

Acara fasilitasi ini, dijelaskan Vicky, melibatkan berbagai unsur seperti tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan sebagainya. Ia berharap, pokmas atau relawan yang akan segera dibentuk ini bisa berperan aktif dan siap kapanpun membantu masyarakat dalam menghadapi bencana.

Tindak Cepat Tangani Karhutla 

Kepala BPBD Provinsi Kalbar, T.T.A Nyarong menyambut baik kegiatan fasilitasi ini. Ia menyebut, Kecamatan Jangkang memang berpotensi tinggi terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

“Kegiatan ini memang sudah lama kita rencanakan dan saya bersyukur pak Vicky sebagai Kepala BPBD bisa menganggarkan kegiatan ini untuk membentuk kelompok masyarakat di tiga desa di Kecamatan Jangkang,” ujarnya.

Disinggung langkah BPBD dalam penanggulangan bencana di Kabupaten Sanggau, Nyarong menyebut, pihaknya telah menetapkan Kabupaten Sanggau dengan status siaga satu darurat bencana asap. 

“Tinggal sekarang langkah kita dengan kegiatan seperti ini. Masyarakat yang di desa ada lahan gambut kita berikan pelatihan dan penyuluhan, sehingga ketika ada titik api bisa dilakukan pemadaman dini, jangan sampai apinya lebih besar. Kalau daerah yang sulit dijangkau kita gunakan helikopter,” jelasnya.

Kepada para relawan, Nyarong meminta bertindak cepat dalam menangani Karhutla. 

“Kalau terjadi kebakaran jangan sampai orang tua yang sakit, Ibu hamil tidak segera dievakuasi. Intinya jangan sampai ada yang meninggal dunia di desa yang dipetakan terjadi kebakaran,” tutup Nyarong. (jul/jek)