Catut Nama Kajari, Oknum Pegawai Bina Marga Sanggau Tipu Tersangka Korupsi Rp50 Juta

Sanggau

Editor Indra W Dibaca : 719

Catut Nama Kajari, Oknum Pegawai Bina Marga Sanggau Tipu Tersangka Korupsi Rp50 Juta
Kajari Sanggau, M Idris F. Shite
SANGGAU, SP - Apes benar nasib tersangka dugaan koropsi proyek Jalan Bonti-Bantai berinisial ARS yang ditahan Kejaksaan Negeri Sanggau pada Rabu (11/7). ARS yang merupakan Kepala Bidang di Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BM SDA) Kabupaten Sanggau itu ditipu mantan bawahannya sendiri berinisial SKD. 

Parahnya lagi, SKD ini mencatut nama Kajari Sanggau, M Idris F. Shite dan Kasi Intel, Iman Khilman.

"Penetapan tersangka ARS dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggungjawab. Dia mengaku seolah-olah Kajari minta uang Rp50 juta supaya ditangguhkan penahanannya pada hari itu dengan kata-kata transfer sekarang juga, sekarang sedang diketik surat penangguhan penahananya. Permintaan itu ditujukan kepada istri dari tersangka ARS," kata Kajari usai konprensi pers penetapan tersangka FL dan ARS atas dugaan korupsi jalan Sei Mawang- Empaong, Senin (23/7) sore di halaman Kantor Kejaksaan Negeri Sanggau.

Istri ARS percaya yang akhirnya memberikan uang yang diserahkan melalui transfers sebesar Rp50 juta.

"Sudah dilacak dan saya kerahkan juga network saya di Jakarta dan tentu suppport dari teman-teman Polres Sanggau dan sekarang dalam penanganan Polres Sanggau," terang Idris. 

Menariknya, lanjut Kajari, yang turut serta membantu penipuan dengan mencatut namanya justru mantan anak buah tersangka ARS berinisial SKD yang masih berstatus PNS di Dinas Cipta Karya.

"Lebih detailnya tanya ke Polres karena ini pidana umum yang sedang mereka tangani. Tapi yang jelas uang Rp50 juta sudah nyebrang. Dan saya pastikan jajaran saya solid tidak ada yang seperti itu," tegasnya. 

Kajari mengaku penipuan yang mencatut namanya bukan kali pertama terjadi sehingga hal ini perlu disampaikan kepada masyarakat. Sebelumnya nama Kajari Sanggau dicatut oleh seseorang yang minta dibelikan tiket pesawat ke Jakarta.

"Jika ada yang mengaku-ngaku Kepala Kejaksaan Negeri Sanggau atau dari tim saya tolong konfirmasi ke kami. Kemarin ARS ini terlambat mengkonfirmasikan ke Kasi Intel sehingga uang sudah terlanjur nyebrang dan saya pastikan itu tidak ada hubungannya dengan kita," pungkas Idris.  (jul)