PTPN XIII Ditutup Paksa, Tokoh Masyarakat Minta Tuntutan Petani Disikapi Serius

Sanggau

Editor Indra W Dibaca : 389

PTPN XIII Ditutup Paksa, Tokoh Masyarakat Minta Tuntutan Petani Disikapi Serius
Pemagaran yang dilakukan petani di wilayah operasional PTPN XIII di Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, Minggu (19/8). (Ist)
SANGGAU, SP - Tokoh masyarakat Meliau, M Jana meminta agar apa yang menjadi tuntutan petani plasma PTPN XIII segera disikapi secara serius. Ia pun mendesak pemerintah segera turun tangan, sehingga persoalan tersebut tidak berlarut-larut.

“Persoalan ini sudah sangat mendesak untuk diselesaikan karena menyangkut hidup orang banyak. Saya minta pemerintah bersama-sama dengan kami menyelesaikannya, kita harus bertindak tegas terhadap perusahaan karena kondisi ini sudah sangat darurat," katanya, Senin (20/8).

Seperti diketahui, ratusan petani plasma PTPN XIII menggelar aksi penutupan paksa operasional PTPN XIII di Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, Kalbar. Aksi itu buntut kekecewaan petani pada perusahaan plat merah tersebut.

Ada dua hal yang menjadi tuntutan petani. Pertama, harga TBS yang diterapkan PTPN untuk petani tidak sesuai dengan harga yang ditentukan pemerintah berdasarkan tahun tanam.

Kedua, ketetapan masalah pembayaran gaji petani yang tidak ada kejelasan dalam setiap bulannya sehingga selalu terlambat.

“Gaji tidak jelas, petani minta kalau tanggal 1 ditetapkan tanggal 1, kalau tanggal 31 tetapkan tanggal 31, inikan tidak jelas kapan gajian, ujar Jana yang juga anggota DPRD Sanggau dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Ia menambahkan, ada sembilan KUD yang melakukan penutupan aktivitas PTPN 13. Diantaranya KUD Gunung Meliau, KUD Rimba dan KUD Sungai Dekan. Penutupan dilakukan serentak dengan prosesi adat Dayak, tutup Jana. (jul)