PT Antam Diduga Serobot Lahan Warga

Sanggau

Editor Angga Haksoro Dibaca : 428

PT Antam Diduga Serobot Lahan Warga
Sanggau, SP - Setelah menjalani tujuh kali persidangan dengan perkara perdata Nomor 16/Pdt.G/2018/PN.Sag di Pengadilan Negeri Sanggau, akhirnya Gusti Jaya Saputra, pengugat sekaligus pemilik lahan seluas 5,12 Ha yang diduga diserobot PT Antam Tayan, kembali menjalani sidang lapangan di lahan sengketa.  

Dalam sidang lapangan tersebut selain dihadiri pihak pengugat bersama kuasa hukumnya, Selasa (28/11) juga dihadiri pihak kejaksaan, beberapa saksi, serta 3 orang perwakilan PT Antam Tayan.  

Proses sidang lapangan yang digelar hampir satu jam lebih itu dikawal ketat Kepolisian Sektor Tayan.  

Dalam sidang lapangan yang digelar secara terbuka tersebut, pengugat kecewa Hakim PN Sanggau tidak kofirmasi lokasi tanah sengketa kepada PT Antam selaku tergugat.  

Gusti Jaya Saputra, selaku pengugat sekaligus pemilik lahan mengatakan, dirinya kecewa karena proses sidang lapangan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Hakim tidak mempertanyakan posisi tanah PT Antam yang telah diserobot itu.  

”Hakim hanya bertanya pada saya dan saksi-saksi. Hakim malah tidak mempertanyakan kepada PT Antam apa benar tanah yang disengketakan itu tanah hak milik Antam atau bukan,” kata Gusti Jaya.  

Raymundus pengacara pengugat mengatakan setelah dilakukan croscek dalam sidang lapangan, semua dalil Gusti Jaya Saputra benar sepenuhnya. Pernyataan penggugat dikuatkan oleh keterangan saksi-saksi yang tanahnya berbatasan langsung dengan pengugat.  

PT Antam selaku tergugat juga tidak mengajukan protes pada sidang lapangan. “Tapi yang menjadi pertanyaan besar kami, kenapa hakim tidak menanyakan kepada tergugat yang mengaku pemilik lahan. Itu menjadi penting tapi kenyataannya ketika di sidang lapangan hakim hanya menanyakan batas-batas tanah pengugat saja,” kata Raymundus.  

Raymundus mengatakan pada tanggal 4 Desember 2018 akan dilakukan sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Sanggau. Agenda sidang mendengarkan keterangan saksi yang akan menjelaskan soal keabsahan  surat kepemilikan tanah.  

Kuasa hukum berharap penegak hukum transparan dan tidak berpihak. Sebab berdasarkan fakta di lapangan PT Antam mencaplok tanah pengugat. (*/jek)