Loka POM Sita Ribuan Kosmetik Ilegal

Sanggau

Editor Mul Dibaca : 361

Loka POM Sita Ribuan Kosmetik Ilegal
KOSMETIK - Kepala Loka POM Sanggau, Agus Riyanto saat press release penertiban pasar dari kosmetik ilegal atau mengandung bahan berbahaya, Senin (17/1).
SANGGAU, SP - Loka Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Sanggau mengamankan 1.456 kosmetik kemasan ilegal atau mengandung bahan berbahaya. Ribuan kosmetik yang disita itu merupakan hasil penertiban di Sanggau dan Sekadau.  

“Saat penertiban, 14 sarana perbelanjaan kosmetik di wilayah Sanggau dan Sekadau yang kami datangi. Dan dari 14 sarana itu, 10 sarana ditemukan memperjualbelikan kosmetik ilegal atau tanpa izin edar," kata Kepala Loka POM Kabupaten Sanggau, Agus Riyanto saat press release di kantornya, Senin (17/12).
                                                                 
Ia merincikan kosmetik ilegal atau tanpa izin edar itu sebanyak 122 item, 1.456 kemasan dengan nilai keekonomian sebesar Rp30.094.000.  Kegiatan penertiban pasar itu, dilakukan serentak dari tanggal 26 November hingga 7 Desember 2018.  

“Untuk Loka POM di Sanggau, kami melakukan penertiban pada tanggal 3-4 Desember 2018 lalu,” terang Agus.  

Penertiban tersebut, lanjut dia, sebagai upaya menurunkan tingkat peredaran kosmetik ilegal dan menunjukkan kinerja Badan POM dalam melindungi kesehatan masyarakat dari risiko kesehatan akibat penggunaan kosmetik, dengan melibatkan lintas sektor yang ada di wilayah pengawasan kantor Badan POM di Kabupaten Sanggau.   

Penertiban pasar dari kosmetika ilegal atau mengandung bahan berbahaya yang dilakukan di Kabupaten Sanggau dan Sekadau, sambung Agus, melibatkan lintas sektor yakni Dinkes Sanggau, Disperindagkop dan Satpol PP.  

Ia berharap, masyarakat dapat lebih bijak dan cerdas dalam memilih kosmetik agar terhindar dari bahaya kosmetik ilegal atau mengandung bahan berbahaya.   

“Kami minta pelaku usaha dapat memenuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam memperjualbelikan produk kosmetik,” pungkas Agus. (jul/jek)



Komentar