Warga Ilir Kota Heboh Pentol Kuah Ada Ekor Tikus

Sanggau

Editor Admin Dibaca : 433

Warga Ilir Kota Heboh Pentol Kuah Ada Ekor Tikus
Potongan ekor tikus yang diduga di pentol kuah
SANGGAU, SP - WARGA Kelurahan Ilir Kota, Kecamatan Kapuas, Sanggau, dihebohkan dengan penemuan potongan ekor tikus di dalam jajanan pentol kuah, kemarin. 

"Waktu saya beli, di dalam bakso ada ekor tikus dan jumlahnya cukup banyak," kata seorang anak, Nurpitasari. 

Dia membeli pentol kuah seorang pedagang keliling yang lewat depan rumahnya. 

"Kemarin tu banyak yang beli. Kak Bety tetangga juga beli," katanya. 

Untuk memastikan bahan bakso pentol kuah tersebut, warga kemudian mengirim sampel yang diduga bakso berbahan tikus ke Loka POM Sanggau. 

"Saya sendiri yang ngirim sampelnya ke kantor Loka POM Sanggau pada siang itu juga," ujar Rika, warga Gang Rawa Bhakti.

Mendengar informasi tersebut, Babhinkamtibmas Kelurahan Beringin, Brigadir Mardiansyah didampingi Kepala Jaga Polsek Kapuas, Bripka Tubagus M, mendatangi rumah pedagang yang diduga menjual pentol kuah.

Pengecekan tersebut melibatkan ketua RT setempat. Saat dicek,  petugas menemukan bangkai cicak di dalam cabai giling pentol kuah. 
Penjual pentol kuah itu dibawa ke Polsek Kapuas untuk diamankan. 

"Kita amankan dululah, karena informasinya memang ini sedang dicari-cari warga," timpal Kepala Jaga Polsek Kapuas, Bripka Tubagus M.

Sementara itu, penjual pentol kuah, Warimin (49) bersumpah tidak menjual pentol kuah berbahan daging tikus. 

"Sumpah demi Allah, saya tidak pernah jual seperti itu. Saya ndak ngerti kok bisa ada ekor binatang di dalam bakso, juga ada cicak di dalam cabai," kilahnya. 

Kepada petugas, Warimin mengaku sudah dua minggu berjualan pentol kuah. Sebelumnya dia dagang bakso keliling, tapi karena sepi diganti jual pentol kuah. 

"Demi Allah saya tidak tahu ada binatang di dalamnya, padahal tempat cabai ini saya tutup, tidak tahu masuknya dari mana," kata Warimin. 

Dikonfirmasi, Kepala Loka POM kabupaten Sanggau, Agus Riyanto membenarkan ada sampel bakso diduga berbahan daging tikus yang dikirim ke pihaknya. 

"Sampel sudah kami terima, saya konsulkan dulu dengan pimpinan di Pontianak, bagaimana tindak lanjutnya," kata dia. (jul)