Rabu, 18 September 2019


Sepanjang 2019, 35 Kasus Gigitan Anjing di Sanggau

Editor:

Admin

    |     Pembaca: 243
Sepanjang 2019, 35 Kasus Gigitan Anjing di Sanggau

Ilustrasi

SANGGAU, SP - Hingga Februari 2019, terdapat 35 kasus gigitan anjing di Kabupaten Sanggau. Namun dari jumlah itu, semuanya terbebas dari virus rabies, alias tidak terserang penyakit anjing gila.

“Tahun 2019 terjadi 35 gigitan anjing. Di Kecamatan Meliau 10 kasus, Kecamatan Parindu 16 kasus, dan Kecamatan Jangkang 9 kasus,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, dr Jones Siagian, Kamis (7/2).

Ia menyebut, dari 35 kasus gigitan anjing tersebut, semuanya dalam keadaan baik-baik saja. “Kalau anjing yang mengigitnya tidak rabies dan lukanya dirawat serta diobati dengan baik, pasiennya akan baik,” jelas Jones.

Meskipun kasus gigitan tersebut tidak menyebakan penyakit rabies, Dinkes terus mengimbau agar masyarakat selalu waspada. Jika ada hewan peliharaan, Jones mengimbau agar divaksinasi. “Kalau digigit, luka dicuci dengan air mengalir pakai sabun selama 10 menit. Kemudian bawa ke Puskesmas terdekat,” ujarnya.

Terpisah, Ketua DPRD Sanggau, Jumadi menyampaikan, terpenting dalam melaksanakan pencegahan rabies adalah rutin memberi vaksin rabies bagi hewan peliharaan satu tahun sekali, khususnya di wilayah yang berisiko tinggi.

“Meskipun tidak tidak ada kasus rabies, namun tetap harus berhati-hati. Bagi masyarakat yang memelihara hewan seperti anjing dan kucing, sebaiknya rutin memberi vaksinasi rabies secara teratur, ” harapnya.

Jika ada gigitan anjing, lanjut legislator PDI Perjuangan ini, harus segera dibawa ke Puskesmas terdekat atau melakukan langkah awal terlebih dahulu dengan mencuci luka bekas gigitan anjing yang biasanya 10 sampai 15 menit dengan menggunakan air mengalir dan sabun.

“Selain itu juga, instansi terkait melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Terkait pentingnya vaksinasi terhadap hewan peliharaan, langkah awal apabila terjadi gigitan anjing dan lainnya,” pungkas Jumadi. (jul/jek)