Minggu, 15 Desember 2019


Kasus Politik Uang Diminta Percayakan ke Polisi, Menjamin Penanganan dengan Transparan

Editor:

kurniawan bernhard

    |     Pembaca: 244
Kasus Politik Uang Diminta Percayakan ke Polisi, Menjamin Penanganan dengan Transparan

MENDATANGI - Ratusan warga Desa Sungai Mayam, Kecamatan Meliau, Sanggau, mendatangi Kantor Camat Meliau, Sabtu (23/2). Mereka menuntut pelantikan Kades terpilih Sungai Mayam, Paridi ditunda. (Dok SP)

Kapolres Sanggau, AKBP Imam Riyadi
"Proses tetap berjalan. Ranah hukum itu ranah kami, jadi kami minta masyarakat bersabar."

SANGGAU, SP - Kapolres Sanggau, AKBP Imam Riyadi meminta agar masyarakat Desa Sungai Mayam, Kecamatan Meliau menyerahkan sepenuhnya kasus dugaan money politik dengan terlapor salah satu tim sukses Kades terpilih yang bertarung di Pilkades 2018 lalu, ke kepolisian.

“Proses tetap berjalan. Ranah hukum itu ranah kami, jadi kami minta masyarakat bersabar,” kata Kapolres, belum lama ini.

Untuk penanganan kasus ini, polisi telah memanggil lima orang saksi guna dimintai keterangannya. Dan polisi juga telah meminta keterangan saksi ahli guna mengetahui siapa saja pelaku-pelakunya. 

“Kami masih memeriksa saksi ahli juga. Dari keterangan saksi ahli inilah kita bisa menentukan siapa-siapa pelakunya,” jelas Kapolres.

Imam menjamin proses penanganan perkara kasus tersebut akan dilakukan secara transparan. Masyarakat, termasuk wartawan dipersilakan memonitor penanganan perkara yang sudah dilakukan kepolisian.

Kabid Pemerintahan Desa DPM-Pemdes Kabupaten Sanggai, Alian belum mau berkomentar banyak terkait penolakan pelantikan Kades terpilih Sungai Mayam. 

Ia beralasan masih menunggu laporan resmi dari Camat Meliau. 

“Kita tunggu laporan camat dulu. Dari keterangan camat baru kita bisa memberi tanggapan,” kata Alian.

Diberitakan sebelumnya, ratusan warga Desa Sungai Mayam, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau menggelar aksi damai menolak pelantikan Kades terpilih Sungai pada 23 Februari 2019. Mereka menuding, Kades terpilih melakukan politik uang  untuk mempengaruhi pemilih pada Pilkades Sungai Mayam 2018 lalu.

Dengan pengawalan ketat aparat kepolisian dan dibantu Polres Sanggau dan Koramil setempat, kedatangan ratusan warga itu diterima oleh Camat Meliau, Kapolsek Meliau dan Danramil Meliau. Hadir juga Anggota DPRD Sanggau, Gusti Tedja Kusuma. 

Saat aksi damai itu, massa juga membentangkan tujuh spanduk bertuliskan tuntutan dan kekecewaan warga terhadap proses Pilkades Sungai Mayam tahun 2018 lalu.

Sementara di dalam ruangan Kantor Camat Meliau, sejumlah perwakilan massa diajak bicara. Sebelum bernegosiasi dengan perwakilan massa, di dalam ruangan itu Koordinator Lapangan Aksi Damai, Sajudin menyampaikan orasi di hadapan Camat Meliau, Danramil Meliau dan Kapolsek Meliau. (jul/jek)

Masyarakat Tolak Pelantikan Hasil Pilkades 

Dalam orasinya, Sajudin menyampaikan, masyarakat Desa Sungai Mayam secara tegas menolak pelantikan hasil Pemilihan Kades (Pilkades) yang tersangkut politik uang dan tidak mau dipimpin Kades politik uang  serta meminta agar pelaku politik uang dipenjara.

“Kami masyarakat Sungai Mayam sudah melaporkan hasil pemilihan kades politik uang kepada Panitia Pilkades 1 kali 24 jam, BPD Desa Sungai Mayang, Camat Meliau, DPM Pemdes Kabupaten Sanggau, Polsek Meliau dan Polres Sanggau,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Aksi Damai, Juliandi menambahkan, ada ratusan warga Sungai Mayam yang ikut dalam aksi damai tersebut. 

“Ini aksi damai sebagai bentuk protes terhadap Pilkades Sungai Mayam yang tercederai oleh praktik politik uang,” katanya.

Juliandi menyebut, ada sejumlah tuntutan yang disampaikan saat aksi damai. Yakni penundaan pelantikan Kades terpilih yang ada indikasi politik uang, pelaku dipenjarakan sesuai prosedur hukum, Pj Kades Sungai Mayam dilanjutkan dan pemilihan ulang di TPS bermasalah. 

“Ada 4 TPS bermasalah. Yakni TPS 1 dan 2 di Dusun Mayam, TPS 3 di Dusun Tanjak Mulung dan TPS 6 di Afdeling 2,” bebernya. 

Jika tuntutan warga tidak terpenuhi, Juliadi tidak menjamin apa yang akan terjadi. Karena menurut masyarakat mereka menolak pelantikan Paridi sebagai Kades dan menolak dipimpin Kades yang melakukan kecurangan. (jul/jek)