Buka Manasik Haji, PH Minta Dukungan IPHI Sosialisasikan Islam Rahmatallil'alamin

Sanggau

Editor K Balasa Dibaca : 135

Buka Manasik Haji, PH Minta Dukungan IPHI Sosialisasikan Islam Rahmatallil'alamin
Bupati Sanggau, Paulus Hadi mengalungkan tanda manasik haji dimulai.
SANGGAU, SP - Bupati Sanggau Paolus Hadi (PH) membuka secara resmi bimbingan manasik haji mandiri untuk jemaah Calon Haji Kabupaten Sanggau tahun 1440 M/2019 M di Aula Grand Narita Hotel Sanggau, Sabtu (16/3).

Dalam sambutannya, Bupati memberikan apresisasi kepada IPHI yang konsisten setiap tahun menggelar acara bimbingan manasik mandiri haji ini. Sebagai bentuk apresiasi kepada jemaah calon haji, Pemkab Sanggau setiap tahun memberikan bantuan berupa uang makan minum hingga ke Batam pulang pergi, ditambah uang saku dan pakaian seragam.

Pemkab Sanggau juga rutin membina MTQ secara bergiliran di seluruh Kecamatan hingga mendukung MTQ tingkat kabupaten, provinsi dan nasional.

PH meminta jemaah calon haji dan seluruh tokoh dari rmas Islam yang ada untuk membantu Pemkab Sanggau dalam menyosialisasikan Islam rahmatallil'alamin dalam kehidupan beragama, berbangsa dan bernegara. 

"Karena tidak bisa Bupati sendiri urusnya. Hal ini pun saya sampaikan juga kepada penganut agama lain. Kita sepakat ya ideologi kita Pancasila, kita sudah nyaman hidup di Sanggau, janganlah yang aneh-aneh," ujarnya. 

Di periode kedua, Bupati meminta doa seluruh tokoh agama Islam di Sanggau untuk dapat menyelesaikan gedung haji senter yang sudah mencapai 99 persen dengan tanah kurang lebih 2 hektar. 

"Tinggal nanti ada asrama, ada miniatur Kabah, ya mudah-mudahanlah di periode kedua ini bisa selesai semuanya," katanya. 

Khusus untuk jamaah calon haji yang mengikuti manasik mandiri hari ini, PH berpesan agar mengikuti bimbingan manasik sampai selesai. Hingga siap melaksanakan ibadah haji nantinya. 

Sementara itu, Ketua Panitia Bimbingan Manasik Haji, H Yusuf menyampaikan tujuan dari digelarnya bimbingan manasik haji mandiri ini. Ia menyebut ini agar jemaah haji asal Sanggau, dalam pelaksanaan haji dan umrah sesuai dengan alur gerak dan tempat kegiatan ibadah.

Selain itu, agar jemaah haji memahami tata laksana ibadah haji dan umrah secara benar dan sempurna. Sehingga dapat melaksanakan ibadah dengan baik dan mendapat predikat haji dan hajjah mabrur dan mabruroh. 

Agenda ini diikuti 110 orang dengan rincian 54 orang laki-laki dan 56 orang perempuan. 

"Dari 15 kecamatan, hanya empat kecamatan yang tidak ada jemaah calon hajinya yakni Noyan, Bonti, Jangkang dan Balai Batang Tarang," ungkapnya. 

Jamaah haji termuda, bernama Resti Mulya Tauhida binti H Pawadi, usianya 19 tahun. Sedang tertua atas nama Sumarno bin Darnorejo yakni berusia 71 tahun. 

"Untuk metode pelatihan manasik haji ada lima yaitu ceramah, tanya jawab, diskusi, curah pendapat dan praktik," tuturnya. (jul)