Tak Terima Diperiksa, Calon Anggota DPRD Kalbar Pukul Pegawai Bea Cukai Entikong

Sanggau

Editor Shella Rimang Dibaca : 2153

Tak Terima Diperiksa, Calon Anggota DPRD Kalbar Pukul Pegawai Bea Cukai Entikong
Pelapor dan terlapor sedang diperiksa oleh penyidik Polsek Entikong.
SANGGAU, SP - Merasa tak terima diperiksa, seorang calon anggota DPRD Kalbar, Agustinus Clarus, melakukan pemukulan terhadap seorang pegawai Bea Cukai Entikong, Jumat (15/3).

Menurut informasi yang beredar, kala itu sekitar pukul 12.35 wib, Petugas Pengatur II C Bea Cukai Entikong, Prayogi Rahayu sedang melaksanakan tugas rutin pemeriksaan seluruh sarana transportasi darat yang akan melintas ke wilayah Indonesia di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong.

Dari arah Tebedu, sebuah kendaraan Toyota Avanza warna hitam dengan nomor polisi KB 1317 WK yang diduga milik Agustinus, akan melintas, kemudian diberhentikan oleh Prayogi.

Saat dilakukan pemeriksaan, Prayogi mendapati sebuah bungkusan yang diletakkan di atas dashboard mobil tersebut. Namun, Agustinus menolak untuk diperiksa dan langsung mengucapkan kalimat kasar terhadap Prayogi.

Tidak sampai di situ, Agustinus justru keluar dari mobilnya dan langsung melakukan pemukulan ke arah wajah Prayogi.

Atas kejadian tersebut, Prayogi Rahayu telah membuat Laporan Polisi di Mapolsek Entikong dan saat ini baik pelapor maupun terlapor sedang diperiksa oleh penyidik Polsek Entikong.

Ketika dikonfirmasi kepada Humas Bea Cukai Entikong, Erif, ia membenarkan terkait dengan kejadian tersebut. Bahkan disebutkan dia, dirinya telah mengonfirmasi langsung ke petugas Seksi P2 Bea Cukai Entikong, Riswandono, bahwa adapun kronologi kejadian sesuai dengan informasi yang beredar tersebut.

"Barusan saya bicara langsung dengan Seksi P2 dengan Pak Riswandono bahwa kronologisnya sama dengan yang telah tersebar karena itu berdasarkan keterangan kronologis yang dibuat oleh korban pemukulan," ungkapnya.

Dijelaskan dia, saat ini terduga pelaku masih berstatus saksi. Selain itu kejadian ini juga telah diketahui Dirjen Bea Cukai serta Menteri Keuangan.

"Kasus ini diminta diteruskan karena terjadi di saat petugas Bea dan Cukai menjalankan tugas di PLBN Entikong. SOP pekerjaan sudah dijalankan dengan meminta baik-baik kepada pemukul supaya barang bawaan berupa obat-obatan untuk diperiksa dan di-scan melalui X Ray, tapi pemukul tidak terima dengan keras membanting pintu mobilnya," tambahnya.

Ditambahkan dia lagi, korban saat itu langsung mendekati terduga pelaku untuk bertanya alasan terduga pelaku membanting pintu. Namun, bukan jawaban yang didapatkan, justru pukulan ke arah wajah korban. Tidak sampai di situ, terduga pelaku juga menggebrak meja serta mengeluarkan kalimat kasar kepada korban.

"Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan maka penyelesaiannya dibawa ke polsek Entikong sekaligus dilakukan visum untuk pembuatan laporan," tutupnya. (sms)