Empat Warga Polandia Tersangka Pencurian Flora Fauna Kalbar

Sanggau

Editor elgiants Dibaca : 76

Empat Warga Polandia Tersangka Pencurian Flora Fauna Kalbar
BINCANG - Kasi Intel Dakim Imigrasi Kelas II TPI Sanggau, Juni Munandar (paling kanan) berbincang dengan empat WNA asal Polandia di Ruang Detensi Imigrasi Klas II TPI Sanggau, belum lama ini.
SANGGAU, SP - Empat Warga Negara Asing (WNA) asal Polandia ditetapkan sebagai tersangka kasus pencurian flora dan fauna di Kalbar. Mereka berinisial JM, RP, PY dan GM dan diamankan di ruang Detensi Imigrasi Kelas II TPI Sanggau.

Kasi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Intel Dakim) Imigrasi Kelas II TPI Sanggau, Juni Munandar mengatakan empat WNA asal Poldandia tersebut ditangkap karena diduga mengumpulkan beberapa jenis satwa dan tumbuhan di kawasan konservasi hutan Bukti Kelam dan Bukit Rentap, Kabupaten Sintang, 19 Maret 2019. 

Adapun binatang dan tumbunan yang dikumpulkan para WNA itu berjumlah 283, terdiri dari 279 satwa dan empat anggrek. Dengan rincian, kalajengking cambuk tidak berekor tiga ekor, laba-laba 96 ekor, kalajengking 19 ekor, kalajengking cambuk berekor 42 ekor, kelabang 45 ekor, kaki seribu 20 ekor, kecoak hutan 10 ekor, kumbang tanah 40 ekor, katak mulut sampit tiga ekor, ular birang satu ekor. 
Sementara jenis tumbuhan, anggrek onchidium dua buah, anggrek merpati satu buah, dan anggrek cattlaya satu buah.

Setelah diidentifikasi, dari 283 buah satwa dan tumbuhan tersebut tidak ada jenis yang dilindungi, sehingga undang-undang yang dapat dikenakan kepada para pelaku adalah Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.

“Pelaku diduga melanggar pasal 50 ayat 3 huruf M dengan ancaman hukuman satu tahun, denda Rp50 juta rupiah. WNA ini sudah ditetapkan tersangka oleh Penegakan Hukum (Gakum) Satuan Polhut Reaksi Cepat (Sporc). Kemudian baru dikasih ke kita (Imigrasi) untuk ditindaklanjuti, apakah yang bersangkutan melakukan penyalahgunaan izin atau tidak,” ujarnya, Minggu (31/3).

Dari penelusuran, lantaran berizin wisata, tapi diduga melakukan penelitian, mereka melanggar. Untuk sementara, WNA tersebut akan ditindaklanjuti sampai ke pengadilan. 

“Saat ini juga, izin tinggal WNA tersebut juga sudah dibatalkan. Mereka (WNA) selama di Sintang pun tinggal di dalam hutan dengan menggunakan semacam tenda,” tuturnya.

Sebelumnya, empat WNA tersebut dicek dan pendataan oleh Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) Kabupaten Sintang, yang meliputi Kantor Imigrasi Kelas II Sanggau, Polres Sintang, Unit Intel Kodim 1204/Sintang, Satgas Tirai Basi TNI, BKSDA Kabupaten Sintang, Polsek Kelam Permai. (jul/bls)