Personil Polri dan TNI Mulai Disebar

Sanggau

Editor elgiants Dibaca : 104

Personil Polri dan TNI Mulai Disebar
PEMILU-Apel Pergeseran Pasukan Operasi Mantap Brata Kapuas 2019 dalam Rangka Pengamanan TPS Pemilu 2019 di halaman Mapolres Sanggau, Senin (15/4). Ist
SANGGAU, SP - Personel Polres Sanggau dan Kodim 1204/Sgu mulai disebar ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) di wilayah Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Hal itu ditandai dengan Apel Pergeseran Pasukan Operasi Mantap Brata Kapuas 2019 Dalam Rangka Pengamanan TPS Pemilu 2019 di halaman Mapolres Sanggau, Senin (15/4).

Apel yang dipimpin Kapolres Sanggau AKBP Imam Riyadi dan Dandim 1204/Sgu Letkol Inf Gede Setiawan ini diikuti personel Polres Sanggau, BKO dari Brimob Polda Kalbar, Kodim 1204/Sgu, Kompi B Yonif 642/Kps, Satpol PP, Damkar dan personel Dishub.

“Bangsa Indonesia akan menyongsong puncak demokrasi Pemilu 2019 yang akan dilaksanakan pada 17 April 2019. Sesuai dengan rencana pengamanan pemilu Operasi Mantap Brata 2019, hari ini (kemarin, red) dilaksanakan apel gelar dalam rangka pergeseran pasukan pengamanan untuk ditempatkan di seluruh polsek jajaran,” kata Imam dalam amanatnya.

Sebelumnya, lanjut Kapolres, telah dilaksanakan pengecekan melalui apel gelar pasukan bersama TNI dan stakeholder penyelenggara pemilu. Pengecekan ini untuk melihat kesiapan akhir seluruh personil pengamanan, berikut kelengkapan matsus sarana dan prasarana pendukungnya, serta keterpaduan unsur lintas sektoral dalam pengamanan guna mengamankan dan menyukseskan pesta demokrasi 2019.

“Pada kesempatan ini, saya mengingatkan kepada seluruh personil pelaksana pengamanan untuk senantiasa menjaga netralitas dan profesionalitas. Mari kita hindari segala tindakan dan perilaku yang kontra produktif, yang justru dapat mengganggu jalannya pemilu 2019, serta menciderai nilai-nilai demokrasi dan menurunkan citra Polri di mata masyarakat,” ujar Imam.

Pada kesempatan itu, Dandim 1204/Sgu Letkol Inf Gede Setiawan menekankan agar selama pergeseran pasukan maupun pengamanan Pilpres dan Pilleg mengutamakan faktor keamanan. 

“Kami siap mem-backup Polres Sanggau dalam pelaksanaan pengamanan Pemilu 2019. Selama pelaksanaan pengamanan Pilpres dan Pilleg, ikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh Polri,” pungkasnya.

Usai apel, Kapolres dan Dandim melakukan pemeriksaan perlengkapan personil dan Tactical Floor Game (TFG) dalam rangka pengamanan kontijensi Pemilu 2019. Hadir dalam apel ini Plt Kepala Dinas Perhubungan Sanggau Yulia Theresia, Pimpinan BKO Polda Kalbar Kompol Tambunan, Wakapolres Sanggau Kompol Dudung Setyawan, Pasiops Kodim 1204/Sgu Kapten Inf Agus Mulyana, Danki B Yonif 642/kps Kapten Inf Teguh Yudha, Kabag dan Kasat Polres Sanggau serta komisioner KPU Sanggau. 

Sebelumnya, KPU Kabupaten Sanggau telah merampungkan daftar pemilih tetap hasil perbaikan ketiga (DPTHP-3). Hasilnya, tidak ada perubahan dari DPTHP-2 yaitu berjumlah 330.792 pemilih.

Namun demikian, jumlah pemilih setelah perbaikan tahap ketiga sebanyak 331.191 pemilih terdiri dari 171.583 laki-laki dan 159.608 perempuan. Angka itu diperoleh dari pemilih baru berdasarkan DPTHP-3 yang berjumlah 399 pemilih.

Angka pemilih baru itu didapat berdasarkan rekomendasi Bawaslu tertanggal 2 Maret 2019, dimana terdapat penambahan 394 pemilih baru yang tersebar di 3 kecamatan, 3 desa/kelurahan dan 22 TPS serta rekomendasi Bawaslu tertanggal 2 April 2019, dimana terdapat penambahan 5 pemilih baru yang tersebar di 3 kecamatan, 4 desa/kelurahan dan 5 TPS.

Kemudian, direkapitulasi DPTHP-3 ditemukan 746 pemilih tidak memenuhi syarat (TMS), terdiri dari 383 laki-laki dan 363 perempuan. TMS itu tersebar di 14 kecamatan, 69 desa/kelurahan dan 209 TPS dan terdapat juga perbaikan data pemilih sebanyak 39 pemilih.

Sedangkan daftar pemilih tambahan (DPTb) berdasarkan DPTHP tahap ketiga sebanyak 2.041 pemilih. DPTb yang masuk sebanyak 715, tersebar di 15 kecamatan, 64 desa/kelurahan dan 191 TPS. Kemudian DPTb yang keluar sebanyak 1.326, tersebar di 15 kecamatan, 149 desa/kelurahan dan 692 TPS.

Selain itu, KPU juga menetapkan pemilih penyandang disabilitas dalam DPTHP tahap III sebanyak 567 pemilih. Terdiri dari 138 pemilih tuna daksa, 139 pemilih tuna netra, 106 pemilih tuna rungu, 72 pemilih tuna grahita dan 112 pemilih disabilitas lainnya. (jul/nak)

Ontot: Masyarakat Punya Pilihannya Sendiri

Wakil Bupati (Wabup) Sanggau, Yohanes Ontot berharap Pemilu 2019 dapat berjalan aman dan terkendali. Hal itu disampaikan wabup dua periode ini saat Rapat Koordinasi Persiapan Pemilu Serentak 2019 di Aula Bapenda, Senin (15/4).

Pada kesempatan ini, ia juga ingin memastikan kesiapan seluruh TPS agar tidak ada masalah lagi. “Melalui kegiatan ini, kita dapat memastikan Pilpres dan Pileg nanti dapat berjalan nyaman dan aman, tentu dibantu pihak keamanan,” ujar Ontot.

Wabup tidak ingin ada isu-isu yang menyebut pemerintah tidak peduli dalam upaya menciptakan rasa aman dan nyaman di Pemilu 2019. “Jangan sampai adanya kecurangan serta bahasa-bahasa yang tidak enak, berita-berita yang tidak sesuai dengan fakta sehingga dapat menimbulkan perselisihan,” katanya.

Wabup menegaskan, pemerintah tidak ada ikut campur mengurusi pekerjaan KPU, apalagi menyuruh untuk memihak ke salah satu calon itu. “Tidak ada intervensi pemerintah untuk menggerakkan masyarakat memilih paslon 01 atau 02. Karena pemerintah bersikap netral, tidak punya urusan dan hak untuk menggerakkan masyarakat untuk memilih siapa. Dalam memilih masyarakat punya pilihan dan penilaiannya sendiri,” tutupnya.

Hadir dalam rakor ini, Ketua KPU Kabupaten Sanggau Martinus Sumarto, Ketua Bawaslu Kabupaten Sanggau Alipius, camat se-Kabupaten Sanggau dan seluruh Kepala OPD Kabupaten Sanggau. (jul/nak)